Edukasi: Senin (20/03/17)
Senin, 20 Maret 2017 02:27
Logika Transaksi, Sinyal Pasar Dan Strategi Trading
Opini - Bagaimana melakukan transaksi? Apa peran sinyal pasar berdasarkan risiko pasar modal? Bagaimana strategi transaksi? Beberapa pertanyaan tersebut menjadi prioritas dalam melakukan transaksi berdasarkan logika transaksi di pasar modal.

Oleh: Lucky Bayu Purnomo SE.,ME.,CSA.,CTA

Dalam perkembangan transaksi pasar, terutama dalam transaksi jual beli saham di pasar modal, pendekatan dan implementasi praktek dan teori stuktur mikro pasar (market microstructure) menjadi bagian penting dan intisari dalam menentukan sikap transaksi, seperti halnya sikap untuk memperbesar jumlah transaksi ketika pasar memberikan sinyal positif disertai dengan potensi pergerakan harga

O’Hara (1995) menyatakan Struktur Mikro Pasar adalah, “The study of the process and outcomes of exchanging assets under explicit trading rules.” Studi ini membahas bagaimana harga aset terbentuk melalui proses jual beli yang akhirnya disepakati dari upaya tawar menawar di pasar, serta terbentuknya likuiditas sesuai aturan perdagangan yang ada.

Apa itu teori struktur mikro pasar ?

Teori struktur mikro pasar digunakan sebagai pendekatan terhadap potensi perubahan likuiditas suatu harga yang disebabkan oleh perubahan aturan perdagangan. Struktur mikro pasar merupakan sebuah teori baru yang membahas pembentukan harga saham di pasar.

Dengan demikian berdasarkan teori struktur pasar mikro, intisari pendekatan terhadap suatu likuiditas dan potensi harga yang ada di pasar adalah, susunan kelompok-kelompok yang dapat memberikan pengaruh terhadap potensi perubahan harga dan likuiditas di pasar, yang berkaitan dengan susunan organisasi serta aturan yang ada.



Dari perspektif berbeda, struktur mikro pasar dipandang sebagai cabang ilmu ekonomi finansial yang melakukan penyelidikan perdagangan saham dan organisasi pasar (Harris, 2003:3).

Empat hal penting?

Idvall and Jonsson (2008:6) menyatakan, teori struktur mikro pasar terdiri dari empat hal penting;

1) Pembentukan harga dan penemuan harga

Proses dari penentuan suatu harga untuk aset berdasarkan pada suatu proses permintaan dan penawaran untuk aset tertentu. Para pelaku pasar memiliki pandangan yang berbeda tentang harga masa depan atas aset tersebut dan durasi waktu kepemilikan suatu aset, sehingga menyebabkan perilaku perdagangan yang berbeda beda. Dengan demikian harga yang terjadi atas proses tawar menawar akan memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Di sisi lain pada kondisi tersebut terdapat para pihak yang belum menyepakati suatu proses tawar menawar akibat terjadinya negosiasi yang belum berakhir pada persetujuan harga dan kondisi suatu asset. Para pelaku pasar pun memperhatikan kondisi dan perkembangan dari peraturan setiap pasar yang memiliki pola berbeda-beda, sehingga membuat penentuan harga terjadi lebih cepat dan pasar menjadi lebih efisien.

2) Biaya transaksi dan waktu

Terdapat dua macam biaya, yaitu implisit dan eksplisit, pada saat pelaku pasar melakukan transaksi untuk membeli suatu aset. Antara lain pajak dan fee broker, dimana fee broker dari setiap sekuritas memiliki nilai yang berbeda beda. Dengan demikian perilaku transaksi dapat mengalami sikap yang berbeda-beda. Waktu transaksi pun memiliki waktu yang berbeda-beda.

3) Struktur dan desain pasar

Penentuan harga dan aturan, menjadi hari yang sangat penting dalam perilaku transaksi. Struktur yang dimaksud antara lain , kemampuan teknologi, likuiditas pasar, fraksi harga, disertai dengan kondisi peraturan yang terdapat dalam struktur pasar tersebut, yang menyebabkan kondisi transaksi dan kinerja suatu harga memiliki kualitas yang berda-beda.

4) Informasi dan pengungkapan

Informasi merupakan salah satu sumber dari upaya untuk menentukan keputusan dan sikap transaksi para pelaku pasar, sehingga  informasi dapat di gunakan sebagai salah satu faktor untuk mengelola resiko, terhadap suatu transaksi. Walaupun seluruh pelaku pasar tidak memiliki pola pikir yang sama untuk mengelola informasi dalam menentukan sikap transaksi, hal ini berhubungan dengan Eficiency Market Hipotesis (EMH) atau teori pasar efisien dimana pasar sulit diidentifikasi, dan semua pelaku pasar memperoleh informasi yang sama.

Lebih jauh mengenai informasi pasar, para pelaku pasar memberikan makna bahwa informasi pasar tersebut merupakan terjemahan dari sinyal pasar, baik sinyal positif maupun negatif pada suatu waktu tertentu.



Selain empat hal penting di atas, aspek likuiditas menjadi faktor berikutnya yang memberikan pengaruh terhadap kinerja suatu harga. Dengan demikian penting bagi pendekatan struktur pasar mikro untuk memperoleh kondisi likuiditas yang terjadi pada suatu waktu.

Likuiditas, adalah salah satu bagian yang paling menarik untuk dikaji dari penelitian teori struktur mikro pasar.

Tentang kualitas pasar, O’Hara (1995:215) menyatakan bahwa likuiditas adalah salah satu komponen yang memberikan wawasan penting terhadap tingkah laku pasar. Hubungan timbal balik di dalamnya dianggap sebagai pemeran utama dalam pembentukan pasar.

Wyss (2004) mendefinisikan pasar keuangan yang likuid dalam empat aspek atau dimensi, yaitu, trading time, tightness, depth, resiliency
-Trading time adalah ruang waktu antar dua transaksi, baik itu transaksi beli maupun transaksi jual. 
Tightness adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga yang sama pada waktu yang sama atau dalam harga yang sama. 
Depth adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah aset dalam jumlah tertentu tanpa adanya pengaruh pada harga yang tercatat di pasar pada suatu waktu. 
Resiliency adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah aset dalam jumlah tertentu dengan hanya sedikit pengaruh pada harga yang tercatat.

Sinyal transaksi berdasarkan informasi

Terdapat dua faktor yang memberikan pengaruh terhadap sikap transaksi para pelaku pasar pada saat menerima sinyal pasar. Dengan beberapa bukti pendukung, pelaku pasar akan meningkatkan kualitas order berdasarkan ukuran; lebih besar maupun lebih kecil.

Selanjutnya, sumber informasi yang diperoleh tersebut dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu; 
- Para pelaku pasar yang menerima informasi dari sumber informasi utama - yang di sebut informed trader. 
- Pelaku pasar yang memperoleh sumber informasi berdasarkan isu atau rumor - yang disebut uninformed trader.

Dua faktor sinyal pasar berdasarkan infomasi

Terdapat dua faktor yang memberikan pengaruh terhadap sikap transaksi para pelaku pasar pada saat menerima sinyal pasar. Beberapa bukti menunjukkan bahwa pelaku pasar akan meningkatkan kualitas order berdasarkan sinyal pasar yang kuat maupun yang lemah.  

Selanjutnya, sumber kualitas sinyal tersebut akan memberikan dampak terhadap besarnya nilai transaksi. Sinyal pasar dengan kualitas rendah akan memberikan dampak terhadap besarnya atau kecilnya nilai transaksi. Sementara informasi dengan kualitas tinggi, dipengaruhi oleh informed trader, dan uninformed trade.

Dengan demikian, hal tersebut di atas menjadi konsep dari logika transaksi berdasarkan kinerja suatu harga. Informasi yang diterima di pasar pada suatu waktu tertentu akan mempengaruhi likuiditas pasar.

Akhir dari kesimpulan tersebut di atas adalah penentuan sikap dan pengambilan keputusan transaksi pelaku pasar didasarkan pada logika untuk menentukan strategi transaksi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang.

*)Peserta Program Doktoral Ilmu Ekonomi dan Dosen Pasca Sarjana Universitas Trisakti