Beli Saham Untuk Investasi? Jangan Panik Ketika Pasar Bergejolak!
Senin, 15 Agustus 2016 01:58

Sebelum Anda panik dengan anjloknya pasar saham, yang kemudian membuat Anda bekerja keras mengubah mengelola portofolio, ada baiknya Anda memahami betul tujuan awal Anda membeli saham, apakah untuk investasi atau trading (perdagangan), demikian saran Jim Cramer.

Saat menuntut ilmu di Harvard Law School pada tahun 1981, Jim Cramer yang sebelumnya menjadi reporter, mulai tertarik dengan program Financial News Network (FNN) yang disiarkan di CNBC. Sejak saat itu Cramer menghabiskan setiap waktu luangnya untuk meneliti saham dan investasi serta semua hal terkait uang yang bisa ia tabung dari pekerjaannya. Setelah memperoleh sarjana hukumnya pada tahun 1984, ia bekerja sebagai broker di Wall Street Goldman Sachs.

Berawal dari ketertarikan dari FNN dan pengalamannya menjadi broker, Cramer kini sukses menjadi seorang komentator dan analis keuangan, dengan mengisi acara Mad Money di CNBC, serta menulis beberapa buku terkait ekonomi. Dia bahkan memiliki TheStreet, sebuah perusahaan untuk memilih saham dan informasi investasi secara umum.

Dengan semua pengetahuannya terkait saham, Cramer menyarankan bahwa saat membeli sahan, Anda harus paham betul tujuan Anda membeli saham tersebut. Maka itu pemahaman tentang investasi dan trading sangatlah penting. Untuk membantu Anda, Cramer menjelaskan perbedaan saham untuk investasi dan trading.

Investasi di pasar saham adalah kegiatan membeli saham, untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan dan tidak begitu pusing dengan fluktuasi sebab mereka membeli saham perusahaan yang kinerjanya baik. Sedangkan trading adalah kegiatan membeli saham, untuk dijual kembali dalam waktu tidak terlalu lama yang mengambil untung dari selisih nilai penjualan dan pembelian.

Banyak hal buruk dan tak terduga yang dapat terjadi di pasar modal, yang mungkin akan membuat Anda mengubah posisi trading menjadi investasi dan membeli saham yang sedang turun. Cramer membenarkan adanya hal buruk dipasar modal tersebut. “Hal buruk apa yang bisa terjad? Jawabannya, tentu saja banyak, dan hampir semuanya buruk,” ujar Cramer seperti dilansir laman CNBC, Selasa (7/6).

Agar terhindar dari hal buruk, Cramer menyarankan ketika berinvestasi dalam sebuah perusahaan, untuk memulainya lebih baik Anda membeli saham dengan nilai kecil dan berharap pasar saham akan merobohkannya, sehingga Anda dapat membeli saham dengan nilai yang lebih baik. Tidak ada salahnya berharap pada koreksi pasar untuk mendapatkan harga yang lebih baik pada pembelian.

Trading justru sebaliknya. Di awal, Anda sebaiknya membeli saham dengan nilai yang tinggi, sebab dengan begitu saham tersebut dapat Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Pada trading Anda tidak dapat berharap pada koreksi pasar. Saran ini juga dilakukan oleh Cramer. "Ketika berinvetasi saya membeli saham yang sedang turun dan akan segera memotong kerugian saya saat trading saham tidak berjalan dengan baik," lanjut Cramer.

Jadi, jangan membodohi diri sendiri. Jika Anda tahu  tujuan Anda, semua hal buruk dapat dihindari atau diminimalisir.(Juna)