Rumor
Rumor 21 November 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 November 2012 01:11

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) akan meminta izin menggelar rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Desember 2012.

Exploitasi Energi Indonesia berniat menggelar penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue di harga Rp500 per lembar dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 4,7 miliar lembar saham, setara dengan 52,59 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Dalam prospektus yang dirilis beberapa waktu lalu disebutkan, CNKO akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan bisnis di bidang batu bara dan energi, melalui akuisisi PT EBI. Dana akuisisi akan digunakan EBI untuk mengakuisisi lima perusahaan senilai Rp2,3 triliun dan sisanya sebesar Rp400 miliar bakal digunakan untuk modal kerja EBI setelah akuisisi.

 
Rumor 02 November 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 November 2012 01:11

Lotte Group, induk dari Honam Petrochemical Group, dikabarkan berniat untuk mengakuisisi 52% saham PT Barito Pacific Timber (BRPT) yang dimiliki oleh Magna Resources Pte, Ltd.
Lotte Group merupakan salah satu perusahaan multinasional besar asal Korea Selatan yang awalnya menggeluti bidang makanan dan penjualan retail lewat jaringan supermarket LotteMart. Kini bisnis Lotte Group telah menyebar dan terdiversifikasi ke berbagai bidang seperti hotel, keuangan, perdagangan, minyak dan petrokimia.

Di Indonesia Lotte Group telah banyak melakukan investasi lewat akuisisi guna memperkuat posisinya di Asia Pasific. Beberapa perusahaan yang telah diakuisisi diantaranya adalah jaringan supermarket Makro, yang kini bernama LotteMart dan PT Titan Kimia Nusantara, Tbk (FPNI) yang diakusisi lewat Honam Petrochemical, anak perusahaan Lotte Group yang bergerak di bidang petrokimia..

Setelah sukses dengan akuisisi FPNI pada 2010, saat ini dikabarkan Lotte Group berminat dengan BRPT. Sumber di pasar modal menyebutkan, Lotte Group berani membeli saham BRPT di harga Rp800. Nilai ini jelas lebih tinggi daripada harga saham BRPT saat ini yang hingga penutupan perdagangan Kamis (1/11/2012) kemarin masih Rp540.

Adanya kabar minat akuisisi dari LotteGroup terhadapt BRPT ini membuat kemarin beberapa pelaku pasar memburu saham ini di detik-detik terakhir menjelang penutupan. BRPT kemarin di tutup meguat signifikan yakni 8% atau naik Rp40. BRPT menjadi satu dari 10 saham pencetak gain terbesar kemarin di tengah-tengah penurunan IHSG yang cukup signifikan

 
Rumor 01 November 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 November 2012 01:21

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2012 PT Panin Insurance Tbk (PNIN) yang dipublikasikan Rabu 31 Oktober 2012 sore kemarin, PNIN membukukan laba bersih yang naik cukup signifikan.

Laba bersih PNIN meningkat hampir 25% di bandingkan periode yang sama pada tahun 2011, dari Rp498,86 miliar menjadi Rp614,58 miliar. Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan perseroan selama kuartal III 2012 ini yang naik mencapai Rp2,74 triliun.

Meskipun beban PNIN juga ikut naik, namun kenaikan yang tidak terlalu besar membuat PNIN masih bisa membukukan laba sebelum pajak yang mencapai hampir Rp1 triliun, atau tepatnya Rp 988,91 miliar.

Menurut salah seorang analis pasar modal, dengan laba bersih yang mencapai Rp614.58 miliar menjadikan PNIN sebagai salah satu saham termurah di sektor asuransi.

Hitung-hitungan analis tersebut adalah sebagai berikut: Dengan laba sebesar Rp614,58 miliar dan saham beredar yang hanya sebanyak 4,1 miliar lembar, earning per share (EPS) disetahunkan PNIN mencapai Rp200 per lembar saham.

Padahal harga saham PNIN pada penutupan perdagangan kemarin (31/10/12) hanya sebesar Rp540, yang artinya PER (Price to Earning Ratio) PNIN hanya 2,7 X. Hal ini jika dibandingkan dengan PT Lippo General Insurance (LPGI) yang PER nya mencapai 7.77 X, atau dengan PER rata-rata di sektor asuransi yang sekitar 6 X, maka PNIN masih bisa dikatakan sangat murah.

Berdasarkan hitung-hitungan ini, maka sangat wajar jika PNIN masih dikatakan murah dan dapat diakumulasi. PNIN paling tidak berpeluang untuk naik menuju harga Rp800 per lembar sahamnya.

 
Rumor 31 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 31 Oktober 2012 01:20

Pendapatan PT Arthavest,Tbk (ARTA) dikabarkan telah melebihi target pendapatan 2012. Perseoran pun dikabarkan siap membagikan dividen.

Pendapatan ARTA, pengelola Hotel Redtop Jakarta, naik signifikan, karena tingkat hunian meningkat tajam setelah adanya renovasi dan pembangunan
convention center yang menggunakan dana capex 2012. Tingkat hunian Hotel Redtop bisa mencapai 100% pada saat high season.

Meningkatnya tingkat hunian Redtop Jakarta juga didukung banyaknya hari libur di kuartal tiga 2012 ini, yakni pada saat Idul Fitri dan Idul Adha.

Irwan Egon, Direktur PT Arthavest, Tbk pernah mengatakan beberapa waktu lalu bahwa ARTA menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 100 miliar. Artinya, pendapatan tahun ini melejit 176,86% dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 36,12 miliar.

ARTA telah resmi beralih bisnis ke bidang hotel dan properti, setelah pada 2011 lalu melepas total bisnis sekuritasnya dan mengakuisisi 51% saham PT Sanggraha Dhika selaku pemilik dan pengelola Hotel RedTop.

Salah seorang pelaku pasar membisikan bahwa pada kuartal tiga 2012, pendapatan ARTA telah melebihi Rp100 miliar dengan laba bersih mencapai Rp10 miliar atau sekitar Rp22/ lembar saham.

Meningkatnya laba bersih ini membuat ARTA berencana membagikan dividen sebesar Rp15/ lembar saham kepada para pemegang sahamnya sebagai bentuk apresiasi.

Menurut salah satu analis, secara teknikal ARTA berpeluang besar menuju target harga Rp600, karena ARTA telah mematahkan down trend channel nya sejak 24 Oktober 2012 dan telah menembus upper band pada indikator bolligerband sehingga dapat terus menguat.

Saham ARTA pada perdagangan Selasa (30/10/2012) kemarin naik signifikan sebanyak 50 poin ke level Rp365 (+15.9%), dengan volume perdagangan sebesar 13.719 lot senilai total lebih dari Rp2,3 miliar.

 
Rumor 25 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 25 Oktober 2012 01:14

Emiten PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) dikabarkan mendapat restu untuk melakukan hajatan aksi korporasi rights issue di harga Rp500 per saham.

Sumber INILAH.COM mengatakan, CNKO direstui untuk rights issue di harga Rp 500 per lembar saham. Menurut sumber tersebut, total dana yang bisa diraih perseroan mencapai Rp2,7 triliun. “Dana hasil right issue nantinya, akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi beberapa perusahaan tambang dan modal kerja,” imbuhnya.

 
Rumor 23 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 23 Oktober 2012 01:21

PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) dikabarkan akan membukukan laba yang signifikan pada kuartal tiga 2012 ini. Harga emiten pun akan naik tajam.

Pada laporan keuangan kuartal tiga 2012 ini, ADMG akan mencatatkan lonjakan laba yang signifikan mencapai Rp500 miliar.

Pencapaian ini salah satunya dipengaruhi rampungnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) berkapasitas 2 x 15 MW milik perseroan yang telah dilakukan sejak 2011. Beroperasinya pembangkit tenaga listrik ini membuat beban produksi perseroan turun cukup signifikan.

Management Accounting Budget & Control Manager perseroan, Richard I Tursadi, sempat mengatakan bahwa pembangunan PLTB ini menelan dana sebesar US$ 20 juta yang semua di peroleh dari arus kas internal ADMG.

Selain itu perseroan juga sedang finalisasi pabrik baru yang akan meningkatkan produksi EOD (ethylene oxide derivative) dari 44.000 ton menjadi 84.000 ton. Pabrik ini dibangun dengan dana capex US$17.5 juta dari kas internal.

Menurut salah satu analis di pasar modal, secara teknikal ADMG berpeluang besar menuju Rp600. Terlilhat dari indicator stochastic charting ADMG yang telah crossing sejak Jumat 19 Oktober 2012. Sejak itu, ADMG sudah membentuk up trend channel-nya

 
Rumor 19 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 19 Oktober 2012 01:32

Perusahaan baja asal Korea, Posco akan melakukan take over 20% saham PT Borneo Energy (BORN) dengan nilai investasi US$570 miliar.

Saat ini, BORN dikabarkan sedang melakukan due dilligence Posco. Diperkirakan harga BORN akan mencapai Rp1500 per lembarnya.

Adapun BORN merupakan emiten yang punya kepemilikan saham di Bumi Plc, perusahaan tambang Indonesia yang tercatat di London.

 
Rumor 18 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 18 Oktober 2012 01:25

Emiten PT Smartfren Telecom (FREN) dikabarkan akan melakukan placement di harga Rp125 per saham.

Menurut sumber INILAH.COM, placement tersebut dilakukan karena melihat ekspansi perusahan yang sangat agresif. Selain itu, FREN juga sudah menunjukkan kinerja yang membaik di tahun 2012.

“Placement dilakukan juga dikarenakan bandwidth perusahan yang masih sangat besar di industrinya,” kata sumber tersebut, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (17/10/2012) pukul 11.40 WIB, saham PT Smartfren Telecom (FREN) ditransaksikan menguat Rp1 (1,17%) ke Rp86 dengan tertinggi Rp87 dan terendah Rp86 per saham.

 
Rumor 16 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 16 Oktober 2012 01:36

Penjualan PT Pelat Timah NusantaraTbk (NIKL), anak perusahaan Nippon Steel dari Jepang, dikabarkan meningkat hingga lebih dari 200% pada kuartal tiga 2012. Harga emiten ini pun akan bergerak naik menuju Rp500 per lembarnya.

Menurut kabar yang beredar di pasar, NIKL berhasil mencapai target produksi tinplate 160 ribu ton hingga kuartal tiga 2012, atau melebihi target awal sebesar 100 ribu ton. Ini juga berarti target produksi perseroaan untuk 2012 terealisasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Pesatnya peningkatan produksi ini juga diimbangi dengan peningkatan penjualan tinplate yang disebabkan pulihnya daya beli konsumen NIKL, terutama perusahaan-perusahaan di AS berkat membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam tersebut.

Penjualan NIKL dirumorkan meningkat hingga lebih dari 200% atau mencapai lebih dari Rp2 triliun. Ini menyebabkan posisi keuangan perseroan berbalik positif menjadi untung lebih dari Rp40 miliar, dari sebelumnya rugi lebih dari Rp35 miliar pada kuartal dua 2012.

Secara teknikal pun, emiten ini sudah menembus channel sideways di Rp200 - Rp220 yang telah berlangsung cukup lama. Meski belum dikonfirmasi kuat, saat ini NIKL sudah membentuk

up trend channel. Dengan didukung rumor peningkatan produksi, penjualan, dan membaiknya posisi keuangan NIKL ini, maka harga saham NIKL tidak akan sulit untuk bergerak naik menuju target Rp500.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 2 dari 52