Rumor
Rumor 25 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 25 Oktober 2012 01:14

Emiten PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) dikabarkan mendapat restu untuk melakukan hajatan aksi korporasi rights issue di harga Rp500 per saham.

Sumber INILAH.COM mengatakan, CNKO direstui untuk rights issue di harga Rp 500 per lembar saham. Menurut sumber tersebut, total dana yang bisa diraih perseroan mencapai Rp2,7 triliun. “Dana hasil right issue nantinya, akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi beberapa perusahaan tambang dan modal kerja,” imbuhnya.

 
Rumor 23 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 23 Oktober 2012 01:21

PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) dikabarkan akan membukukan laba yang signifikan pada kuartal tiga 2012 ini. Harga emiten pun akan naik tajam.

Pada laporan keuangan kuartal tiga 2012 ini, ADMG akan mencatatkan lonjakan laba yang signifikan mencapai Rp500 miliar.

Pencapaian ini salah satunya dipengaruhi rampungnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) berkapasitas 2 x 15 MW milik perseroan yang telah dilakukan sejak 2011. Beroperasinya pembangkit tenaga listrik ini membuat beban produksi perseroan turun cukup signifikan.

Management Accounting Budget & Control Manager perseroan, Richard I Tursadi, sempat mengatakan bahwa pembangunan PLTB ini menelan dana sebesar US$ 20 juta yang semua di peroleh dari arus kas internal ADMG.

Selain itu perseroan juga sedang finalisasi pabrik baru yang akan meningkatkan produksi EOD (ethylene oxide derivative) dari 44.000 ton menjadi 84.000 ton. Pabrik ini dibangun dengan dana capex US$17.5 juta dari kas internal.

Menurut salah satu analis di pasar modal, secara teknikal ADMG berpeluang besar menuju Rp600. Terlilhat dari indicator stochastic charting ADMG yang telah crossing sejak Jumat 19 Oktober 2012. Sejak itu, ADMG sudah membentuk up trend channel-nya

 
Rumor 19 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 19 Oktober 2012 01:32

Perusahaan baja asal Korea, Posco akan melakukan take over 20% saham PT Borneo Energy (BORN) dengan nilai investasi US$570 miliar.

Saat ini, BORN dikabarkan sedang melakukan due dilligence Posco. Diperkirakan harga BORN akan mencapai Rp1500 per lembarnya.

Adapun BORN merupakan emiten yang punya kepemilikan saham di Bumi Plc, perusahaan tambang Indonesia yang tercatat di London.

 
Rumor 18 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 18 Oktober 2012 01:25

Emiten PT Smartfren Telecom (FREN) dikabarkan akan melakukan placement di harga Rp125 per saham.

Menurut sumber INILAH.COM, placement tersebut dilakukan karena melihat ekspansi perusahan yang sangat agresif. Selain itu, FREN juga sudah menunjukkan kinerja yang membaik di tahun 2012.

“Placement dilakukan juga dikarenakan bandwidth perusahan yang masih sangat besar di industrinya,” kata sumber tersebut, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (17/10/2012) pukul 11.40 WIB, saham PT Smartfren Telecom (FREN) ditransaksikan menguat Rp1 (1,17%) ke Rp86 dengan tertinggi Rp87 dan terendah Rp86 per saham.

 
Rumor 16 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 16 Oktober 2012 01:36

Penjualan PT Pelat Timah NusantaraTbk (NIKL), anak perusahaan Nippon Steel dari Jepang, dikabarkan meningkat hingga lebih dari 200% pada kuartal tiga 2012. Harga emiten ini pun akan bergerak naik menuju Rp500 per lembarnya.

Menurut kabar yang beredar di pasar, NIKL berhasil mencapai target produksi tinplate 160 ribu ton hingga kuartal tiga 2012, atau melebihi target awal sebesar 100 ribu ton. Ini juga berarti target produksi perseroaan untuk 2012 terealisasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Pesatnya peningkatan produksi ini juga diimbangi dengan peningkatan penjualan tinplate yang disebabkan pulihnya daya beli konsumen NIKL, terutama perusahaan-perusahaan di AS berkat membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam tersebut.

Penjualan NIKL dirumorkan meningkat hingga lebih dari 200% atau mencapai lebih dari Rp2 triliun. Ini menyebabkan posisi keuangan perseroan berbalik positif menjadi untung lebih dari Rp40 miliar, dari sebelumnya rugi lebih dari Rp35 miliar pada kuartal dua 2012.

Secara teknikal pun, emiten ini sudah menembus channel sideways di Rp200 - Rp220 yang telah berlangsung cukup lama. Meski belum dikonfirmasi kuat, saat ini NIKL sudah membentuk

up trend channel. Dengan didukung rumor peningkatan produksi, penjualan, dan membaiknya posisi keuangan NIKL ini, maka harga saham NIKL tidak akan sulit untuk bergerak naik menuju target Rp500.

 
Rumor 11 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 11 Oktober 2012 01:23

StoraEnso dikabarkan telah menandatangani Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Gloriajaya Gempita dan PT Mahkotamutiara Mustika untuk membeli 45% saham PT Suparma, Tbk (SPMA).

Akuisisi yang dilakukan salah satu perusahaan kertas terbesar dunia yang berasal dari Finlandia ini adalah sebagai bagian dari strategi global StoraEnso untuk memperluas usaha kertas dan guna mengurangi ketergantungannya terhadap pasar eropa yang tengah dilanda krisis.

PT Gloriajaya Gempita dan PT Mahkotamutiara Mustika yang merupakan pemegang saham terbesar SPMA akan melepas SPMA di harga Rp600 per lembar. Pengambilalihan ini diharapkan selesai pada awal tahun 2013 setelah adanya persetujuan dari para pemegang saham StoraEnso, PT Gloriajaya Gempita, PT Mahkotamutiara Mustika dan SPMA.

Selanjutnya setelah transaksi ini dilakukan, StoraEnso akan mengadakan tender offer terhadap sisa saham SPMA yang dimiliki oleh publik dan pemegang saham lain. Adapun harga tender offer akan dilakukan pada harga Rp600 per lembar atau premium hampir dua kali lipat daripada harga penutupan SPMA kemarin di Rp355 per lembar. Pelaku pasar yang mengetahui hal ini membisikan bahwa StoraEnso akan dibantu oleh PT JP Morgan Securities Indonesia sebagai penasihat keuangan dan pelaksana tender offer.

Pada perdagangan Rabu (10/10/2012) kemarin, SPMA mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 18.3% atau naik 55 poin ke posisi Rp355. Total transaksi mencapai Rp52.4 miliar, dimana asing mencatatkan pembelian bersih (nett buy) sebanyak Rp2,8 miliar

 
Rumor 10 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Oktober 2012 01:23

PT Krakatau Steel (KRAS) kini dikabarkan telah berhasil menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan pabrik baja di Cilegon, Banten, dengan mitra baru, Severstal Russian Steel dari Rusia.

Kerjasama ini setelah KRAS berhasil membangun aliansi strategis pada 2011 lalu dengan mitra korea, POSCO, dalam PT Krakatau POSCO. Pembanguan pabrik baja KRAS-Severstal Russian Steel ini sendiri difasilitasi oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia guna menopang kebutuhan industri baja nasional.

Pabrik yang diperkirakan akan di bangun pada akhir 2012 atau awal 2013 ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 10 juta ton yang akan meningkatkan produksi baja perseroan sebanyak 300%. Pabrik ini sendiri akan memproses bijih besi (iron ore) menjadi pellet alias pelletizing.

Dalam mega proyek ini KRAS dikabarkan mendapatkan porsi mayoritas sebesar 55% dan Severstal Russian Steel 45%. Lokasi pabrik baru ini sendiri akan berdekatan dengan pabrik milik KRAS dan PT Krakatau POSCO, yakni di wilayah Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten.

Diperkirakan pabrik ini akan membutuhkan tanah seluas minimal 1.000 ha yang akan dibeli dari PT Krakatau Industrial Estate, anak perusahaan KRAS. Pembelian tanah ini setidaknya akan memberikan konstribusi laba bersih sebesar Rp1 triliun dalam laporan keuangan KRAS sebagai induk perusahaan.

Kabar yang baik ini kemarin direspon positif oleh pelaku pasar modal baik asing maupun lokal, dimana pada menit-menit mendekati penutupan pihak asing dan beberapa sekuritas BUMN kembali mengoleksi saham ini sehingga hanya terjadi nett sell yang kecil.

Menurut analis pasar modal, dengan meningkatnya kapasitas produksi dari pembangunan pabrik baru ini, harga saham KRAS tidak akan sulit untuk mencapai target Rp1.000 dalam waktu dekat.

 
Rumor 09 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 09 Oktober 2012 00:38

Kabar beredar di kalangan pelaku pasar modal bahwa PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) akan membagikan dividen interm sebesar Rp30 per lembar pada akhir 2012.

Ini merupakan buah dari suksesnya kuasi reorganisasi yang dilakukan tahun lalu dan pertumbuhan laba perseroan hingga kuartal tiga 2012 ini.

Meskipun pada laporan keuangan semester pertama 2012 terjadi penurunan laba bersih, namun masuknya pembayaran Piutang Usaha dari para konsumen perseroan yang sangat signifikan pada September lalu, mengangkat laba bersih perseroan hingga Rp500 miliar hanya dalam waktu dua bulan.

Selain dari pendapatan pembayaran ini, ADMG juga diuntungkan oleh turunnya harga komoditas yang berdampak pada lemahnya harga bahan baku dan ongkos produksi perseroan.

Hasil yang sangat cemerlang ini membuat managemen ADMG berencana untuk memberikan dividen intern kepada para pemegang sahamnya sebesar minimal Rp30/lembar atau sekitar 20% dari laba bersih.

 

 

 

 
Rumor 08 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 01:22

Pihak manajemen PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) memprediksi akan meraup laba sebesar Rp2 triliun pada kuartal tiga 2012.

BJBR dengan optimis mengatakan bahwa korporasi akan sanggup memenuhi target penyaluran kredit pada akhir 2012.

BJBR sudah dikenal dengan program-program kredit untuk UKM yang berada di daerah. Salah satu instrumen penyaluran kreditnya adalah KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang diyakini pihak korporasi akan memberikan margin yang cukup besar bagi perusahaan.

Lebih lanjut, salah seorang top management BJBR menyatakan bahwa korporasi juga akan melakukan ekspansi besar-besaran dalam penyaluran kredit lewat KPR. Strateginya adalah dengan mempertahankan tingkat suku bunga yang stabil sehingga menarik bagi calon nasabah.

Diprediksi BJBR akan membukukan laba yang naik signifikan pada laporan keuangan kuartal tiga 2012, yakni menjadi sebesar Rp 2 triliun. Hal ini ditunjang peningkatan penyaluran kredit, berkurangnya Non Performing Loan (NPL) perusahaan, dan meningkatnya pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Kalangan pasar modal memprediksi dalam waktu dekat ini harga saham BJBR akan mencapai Rp 1.500 per lembarnya.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 2 dari 51