Berita Pilihan
Rumor 26 April 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 26 April 2012 02:01

Saham Jaya Pari Steel (JPRS) akan dikerek naik menuju level Rp800 karena minat asing terhadap emiten ini.

Salah satu pelaku pasar menyebutkan bahwa Vihara Limited akan menambah porsi kepemilikan saham JPRS sebesar 3% melalui pembelian langsung di pasar hingga target harga pada level Rp 800. Hal ini sekaligus membuatnya menjadi pemegang saham mayoritas.

Rencana Vihara Limited tersebut berawal dari kekecewaannya terhadap hasil kinerja JPRS tiga bulan terakhir, sehingga mencatatkan rugi pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 1.53 miliar. Hal ini menyebabkan pihak asing ingin membaharui dan mengubah sistem manajemen perusahaan.

Pihak investor asing dikabarkan akan membuat sedikit penyesuaian pada manajemen operasional perusahaan terutama dalam struktur pembiayaan. Sehingga diharapkan pada akhir kuartal kedua tahun ini, JPRS sudah dapat mengantongi laba kembali.

 

Kabar terakhir yang beredar menyebutkan, hanya ada dua pemodal yang aktif melakukan negosiasi dengan Bahana Cs. Mereka adalah Rachmat Gobel dan Chaerul Tanjung. Namun, ya itu tadi, dua pengusaha pribumi itu tak mau membeli dengan harga premium. Sebaliknya,menurut salah satu petinggi di Kementerian BUMN, harga yang disodorkan hanya berkisar Rp620–Rp630 per saham.

Konon pula, tiga perusahaan sekuritas pelat merah tersebut tak menampik tawaran itu. Kendati, di pasar, GIA ditransaksikan di level Rp660–Rp670. “Ya dari pada terus menerus memegang barang busuk, lebih baik cut loss,”kata sang pejabat di Kementerian BUMN.

Lantas siapa pembelinya? Ada yang bilang Chaerul Tanjung lebih pasti ketimbang Rachmat Gobel. Namun, tak tertutup kemungkinan sang pengusaha elektronik yang maju. Soalnya, sudah lama pengusaha muda ini tertarik pada bisnis penerbangan. Apalagi kinerja maskapai pelat merah ini, belakangan terus meningkat.

Setelah meraih laba bersih Rp808,67 miliar (naik 56%) pada tahun lalu, di 2012 ini manajemen menargetkan laba meningkat minimal sebesar 20% target nan optimistis itu dipatok, lantaran maskapai ini begitu getol mengembangkan pangsa pasar korporasi (belum lama ini menandatangani kerjasama dengan 1.641 perusahaan) dan menambah armada besinya.

Yang tak kalah menariknya saham Garuda kini diperdagangngkan dengan harga yang tergolong murah. Menurut perhitungan sejumlah analis, dengan PE 11 kali, harga wajar GIAA berada di kisaran Rp725.

 
Rumor 25 April 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 April 2012 02:03

Saham Ratu Prabu Energi (ARTI) akan segera menuju level Rp500. Ada apa?

Dikabarkan, ARTI akan memecah nilai saham (stock split) dengan rasio 1:2. Selain itu perseroan juga akan mengakuisisi perusahaan infrastruktur untuk memperkuat jaringan distribusi.

Terkait hal tersebut, sejumlah broker asing memberi rekomendasi beli dengan target harga Rp500.

 

Beredar kabar bahwa salah satu investor strategis dari Singapura akan membeli sebagian besar saham PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dari holding company Bakrie yang hendak dilepas kembali.

Disebutkan, dalam beberapa bulan terakhir, investor asing ini sudah mulai mengumpulkan UNSP melalui pembelian langsung di pasar. Aksi beli ini dilakukan, setelah investor ini terlambat membeli pada saat Bakrie and Brothers melepas 170.480.537 lembar saham UNSP akhir 2011 lalu.

Adapun dalam waktu dekat ini, rencananya UNSP akan kembali dilepas dan investor ini sudah menyatakan minatnya untuk membeli pada level harga premium Rp 500 per lembarnya.

Mengenai jumlah saham yang akan dibeli, kedua belah pihak masih dalam tahap negosiasi. Namun rumor mengatakan bahwa Bakrie akan melepas sekitar 7% kepemilikannya kepada investor asing ini.

 

Pemerintah bakal mengenjot pembangunan infrstruktur tahun ini. Sinyal itu tampak jelas dari anggaran infrastruktur 2012 yang mencapai Rp 168,87 triliun atau meningkat 19,8% dibanding tahun sebelumnya.

Tumbuhnya proyek infrstruktur ini tentu memberi sentimen positif bagi perusahaan konstruksi dan tol. Tidak terkecuali bagi PT Adhi Karya (ADHI), PT Wijaya Karya (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP).

Ketiga BUMN tersebut diyakini akan mengeruk fulus besar tahun ini. WIKA, misalnya, hingga Februari lalu sudah mengantongi proyek Rp 2 triliun. Itu setara dengan 12% dari target yang pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp 16,52 triliun. Perolehan proyek WIKA kemungkinan bakal melampaui target, mengingat proyek yang tengah diincar perseroan mecapai Rp 32 triliun lebih.

Tahun ini WIKA menargetkan pendapatan Rp 11,12 triliun atau tumbuh 40% dari 2011. Sementara perolehan laba bersihnya diperkirakan akan mencapai Rp 516 miliar. Ada pun ADHI manargetkan pendapatan Rp 6,3 triliun. Menariknya, sebagian besar pendapatan WIKA dan ADHI diperoleh dari proyek-proyek pemerintah. Lantas, bagaimana dengan PTPP? Walaupun bakal kecipratan proyek pemerintah, namun jumlahnya tak besar.

 
Rumor 23 April 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 23 April 2012 01:53

Jelang musim liburan sekolah, diperkirakan permintaan penyediaan jasa perjalanan wisata meningkat tajam. Saham PT Bayu Buana (BAYU) pun akan segera naik ke level Rp500.

Untuk tahun ini permintaan penyediaan jasa perjalanan wisata dikabarkan akan meningkat sedikitnya 80% dibandingkan tahun lalu. Seorang pengamat pasar mengatakan, BAYU memproyeksikan peningkatan penjualan sebesar 65%, dibandingkan musim liburan tahun lalu.

Hal ini diyakini akan menyumbang sedikitnya 40% pertumbuhan laba usaha BAYU. Dengan peningkatan sebesar ini, pihak korporasi berencana akan melebarkan lini usahanya di bidang hospitality.

Rencananya BAYU akan bekerjasama dengan beberapa investor asing untuk menyiapkan proyek hospitality di Bali dan Lombok. Dalam waktu dekat ini, ditargetkan harga saham BAYU akan mencapai level Rp 500

 
Rumor 20 April 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 01:55

Beredar kabar di kalangan pasar modal bahwa PT Asuransi Bintang Tbk. (ASBI) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham.

Pembagian dividen ini akan diumumkan pada pertengahan kuartal kedua tahun ini, seusai perusahaan melaksanakan RUPS untuk menentukan jumlah yang akan dibagikan. Lebih lanjut mengenai nominal dividen yang akan diberikan berada di kisaran Rp 100 per lembarnya.

Keputusan korporasi membagikan dividen kepada pemegang saham, didasari oleh keberhasilan perusahaan mencetak laba usaha akhir 2011 lalu yang meningkat cukup signifikan. Kinerja perusahaan yang gemilang inipun menjadi alasan salah satu perusahaan keuangan asing sedang mengincar ASBI.

Dikabarkan bahwa investor asing ini tertarik untuk membeli sebagian besar saham ASBI melalui pembelian langsung di pasar dengan target harga Rp 1000 per lembarnya

 

Seperti halnya saham PT Bhakti Investama, harga efek terbitan PT Media Nusantara Citra juga terus melaju. Jika dihitung sejak awal tahun, dengan menclok di level Rp 1.970 (18/4), harga MNCN telah menguat 51,5%.

Namun, kendati sudah mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sejumlah analis optimistis saham ini masih memiliki potensi untuk menelurkan gain. Itu lantaran MNCN akan kecipratan berkah dari BHIT yang terus menanjak gara-gara akan membagikan saham bonus.

Seperti diketahui, menurut sbeuah sumber yanglayak dipercaya, tak lama lagi BHIT akan membagikan saham bonus dengan rasio 1 : 3. Apabila benar target harga yang disasar adalah Rp 150 per saham, maka BHIT ada kemungkinan dikerek ke level Rp 600.

Nah, biasanya, peningkatan harga juga akan dialami oleh saham-saham lainnya sesama satu grup. “Harga wajar MNCN, sebenarnya, berada di level Rp 1.700. Tapi kalau melihat pergerakan dan isu yang beredar, besar kemungkinan masih mampu menguat hingga minimal 10% lagi,”kata satu kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas.

Percaya? Kita buktikan nanti. Yang jelas, tanpa ada ‘berkah’ dari BHIT pun MNCN sebenarnya merupakan saham yang didukung oleh kinerja emiten yang cukup mengilap. Tahun lalu, perushaan ini sukses meraup laba Rp 1,1 trilkiun atau naik 47% disbanding tahun sebelumnya. Dan keuntungan ini, direncanakan, sebesar Rp 485 miliar (44%) akan dibagikan sebagai dividen.

Sementara untuk tahun ini, dengan mengandalkan tiga stasiun televisi swasta (RCTI, Global dan MNC), perseroan menargetkan bias memetik laba Rp 1,2 triliun. Kalau itu tercapai, berarti tahun ini lababersihnya akan meningkat 36,4%

 
Rumor 19 April 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 April 2012 01:52

Beredar kabar bahwa PT Ricky Putra Globalindo (RICY) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Hal ini akan membawa harga emiten ke Rp500 per lembarnya.

Pihak korporasi mengambil kebijakan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham karena keberhasilan perusahaan mencetak laba usaha yang meningkat cukup signifikan hingga akhir 2011 lalu. Besaran dividen yang akan dibagikan masih belum dipastikan oleh pihak manajemen, namun kurang lebih akan berada pada kisaran Rp 25 sampai dengan Rp 50 per lembarnya.

Jika dibandingkan dengan harga per lembar saham RICY pada saat ini, maka kisaran pendapatan dari dividen yang diterima oleh para pemegang saham mencapai 20%.

Lebih lanjut dikatakan oleh salah satu pelaku pasar, harga saham RICY masih dinilai terlalu murah, dengan perbandingan perusahaan pesaingnya dalam industri yang sama. Dengan nilai buku Rp 550, kiranya harga RICY masih berpotensi naik dari harga saat ini. Pelaku pasar ini optimis bahwa harga saham RICY akan dibawa ke level Rp 500 dalam waktu dekat.

 

Seorang pelaku pasar menuturkan, bandar akan mengerek saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) ke level Rp250 dalam jangka pendek.

Hal ini sehubungan kabar konglomerat telekomunikasi asal Hong Kong yang sedang mengincar saham perseroan. Selain itu, ekspansi bisnis dan kabar perseroan mendapatkan suntikan dana untuk mengejar target 10 juta pelanggan juga bisa mendongkrak harga FREN.

 
Rumor 18 April 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 April 2012 01:56

Seorang pelaku pasar membisikkan, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) akan memecah saham (stock split) dengan rasio 1:10.

Konsorsium broker lokal disebut-sebut akan memanfaatkan kabar tersebut untuk mengerek saham SMMA ke level Rp6.000 salam waktu dekat. Selain itu, perseroan bakal menerbitkan saham baru di harga premium.

 

Perusahaan kabel Jepang dikabarkan tengah mengincar saham PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI).

Hal ini dihembuskan bakal dimanfaatkan sejumlah bandar untuk menggiring KBLI menuju Rp250 dalam waktu dekat. Selain itu, permintaan kabel yang tinggi dari sejumlah BUMN dan rencana perseroan membagikan dividen untuk tahun buku 2011 juga berpotensi menopang kenaikan saham perseroan.

 
Rumor 17 April 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 17 April 2012 02:28

 

Seorang pelaku pasar membisikkan saham PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) berpeluang menembus level Rp450 dalam waktu dekat.

Hal ini seiring Perseroan yang dikabarkan tengah dibidik perusahaan komoditas kakap asal Singapura. Selain itu, perseroan disebut-sebut akan melakukan ekspansi ke bisnis pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG).

 

Sebanyak tiga broker asing dikabarkan akan mengupgrade target harga saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ke level Rp540 atau diskon 45% dari dengan NAV PER 13 kali.

Seorang pelaku pasar menuturkan, saat ini APLN merupakan saham properti termurah di BEI. Tak heran saham APLN kini menjadi buruan sejumlah hedge fund kakap

 
Rumor 16 April 2011 PDF Cetak E-mail
Senin, 16 April 2012 02:01

Sebanyak tiga broker asing dikabarkan akan mengupgrade target harga saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ke level Rp540 atau diskon 45% dari dengan NAV PER 13 kali.

Seorang pelaku pasar menuturkan, saat ini APLN merupakan saham properti termurah di BEI. Tak heran saham APLN kini menjadi buruan sejumlah hedge fund kakap.

 

Sejumlah broker lokal disebut-sebut merekomendasikan beli (buy) saham PT Asia Natural Rasources Tbk (ASIA).

Hal ini seiring rencana perusahaan yang akan melakukan ekspansi ke sektor pasir besi, emas, timah, dan nikel dengan menggandeng mitra asing. Seorang pelaku pasar menuturkan, perseroan akan menggelar roadshow ke Hong Kong dan Tiongkok untuk menggaet mitra strategis.

Target harga ASIA Rp150

 
Rumor 13 April 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 April 2012 01:58

Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dikabarkan akan dimiliki pengusaha nasional, R Gobel.

Informasi yang diterima INILAH.COM, menyebutkan Morgan Stanley telah memastikan diri sebagai financial advisor dalam penjualan saham BUMN penerbangan tersebut. Morgan Stanley mewakili PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Securities.

"Dalam hasil pembicaraan tersebut, pembelinya disebut-sebut telah mengerucut kepada satu nama yaitu R Gobel," ucap sumber tersebut. Pengusaha Rahmat Gobel adalah pengusaha dalam Group Panasonic dan memiliki saham bersama Qatar di Indosat.

Pihak Garuda menginginkan pembeli saham Garuda memiliki reputasi dan keuangan yang solid. Dengan demikian tidak heran kalau mereka lebih tertarik jika R Gobel menjadi pemiliknya. Garuda sendii telah memborong 11 airbus yang ditandatanganinya dengan pihak airbus yang disaksikan Perdana Mentri Inggris, David Cameron dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apabila transaksi tersebut terealisir, hampir dipastikan R Gobel akan menjadi komisaris di GIAA, seperti halnya di PT Indosat Tbk. Hal ini sejalan dengan Qatar yang memiliki track record dalam dunia penerbangan. Karena dapat menjadi nilai tambah buat Garuda Indonesia Airways.

Tiga sekuritas BUMN tersebut, terpaksa membeli saham GIAA setelah IPO karena tidak terserap pasar. Saat ini mereka masih memegang 2,46 lembar saham atau setara 10,8%.[hid]

//
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 8 dari 52