Berita Pilihan
Rumor 10 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 10 Mei 2012 02:00

Kabar yang beredar di kalangan pasar modal menyebutkan bahwa grup Lippo akan membeli sebagian besar saham PT Star Pacific (LPLI) yang ada di pasar.

Rencana ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu hingga akhir 2012. Pembelian akan dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama grup Lippo akan membeli sekitar 5-20% saham LPLI di pasar.

Adapun tenggat waktu pembelian pada tahap pertama ini adalah pada akhir kuartal kedua tahun ini. Dengan target harga berada pada kisaran Rp 500 per lembar.

Salah seorang narasumber menyebutkan bahwa ke depannya LPLI diperkirakan akan go publik oleh grup Lippo.

 
Rumor 09 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 09 Mei 2012 01:54

Salah satu perusahaan pendanaan di Hongkong dikabarkan akan mengucurkan dana senilai US$ 50 juta atau setara Rp460 miliar kepada PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP).

Dana ini akan dikirimkan secara bertahap dalam kurun waktu 10 bulan ke depan. Rencananya dana ini akan dipakai UNSP untuk memperluas lahan kelapa sawit miliknya di kawasan Sumatera.

Seorang pengamat pasar modal menambahkan, dana ini akan digunakan UNSP untuk mengembangkan varietas kelapa sawit yang baru. Dimana benih yang dikembangkan akan memiliki karakteristik pertumbuhan lambat dan tajuk pendek, sehingga populasi per hektar menjadi lebih banyak, serta memiliki kadar produksi CPO yang tinggi. Rencana ini sudah dinyatakan pihak korporasi sejak 2011 lalu.

Dengan suntikan dana segar, UNSP sangat yakin tahun ini dapat menjadi pelopor pengembang benih ini, selain bekerja sama juga dengan produsen benih asal Amerika Selatan.

Ini menyebabkan UNSP akan meneruskan tren bullish hingga ke level Rp 400 per lembarnya dalam waktu dekat ini.

 

Saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) diperkirakan akan menuju level Rp500 dalam dekat.

Perseroan dikabarkan sedang dilirik investor properti asal Singapura. Perseroan juga saat ini sedang mengerjakan sejumlah proyek dan mengakuisisi sejumlah lahan

 
Rumor 07 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 07 Mei 2012 01:58

Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp. dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam Vale Indonesia, Tbk. (INCO).

Beredar rumor bahwa Sumitomo hendak membeli INCO dari publik, dengan perkiraan target harga di angka Rp4.000 per lembarnya. Mengenai jumlah porsi kepemilikannya, narasumber memperkirakan sebesar minimal 5% dari total saham yang beredar di publik.

Pihak manajemen perusahaan secara konsisten meningkatkan kinerja INCO dalam dua tahun belakangan ini. Namun hal itu dinilai kurang oleh pihak Sumitomo yang menginginkan INCO bergerak lebih agresif.

“Pihak asing (Sumitomo) mau INCO lebih agresif dalam mengembangkan lini produksi dan pemasarannya,” demikian menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Karena alasan itulah Sumitomo ingin memiliki kursi mayoritas dalam RUPS, supaya sedikit banyak membawa perubahan dalam sistem manajemen perusahaan.

 

Saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) dipresiki akan menuju level Rp350 untuk jangka pendek.

Perseroan dikabarkan mendapat order besar dari perusahaan penerbangan, multifinance lokal dan perbankan. Saham perseroan juga sedang dilirik perusahaan asuransi asal Kanada.

 

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) diprediksi dapat menembus level Rp1.000 dalam waktu dekat.

Perseroan sedang giat menggandeng mitra strategis di sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah. Hal ini untuk memuluskan rencana ekspansi bisnis di sektor migas hulu.

 
Rumor 04 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 04 Mei 2012 02:00

Meski kinerja kuartal satu 2012 kurang baik, PT Smartfren Tbk (FREN) menjadi incaran operator telekomunikasi. Keterbatasan spektrum frekuensi diantara operator membuat FREN menjadi incaran operator yang kuota frekuensinya sudah terbatas.

"Dikabarkan ada dua operator besar sedang mengincar FREN untuk menambah spektrum frekuensinya agar dapat melakukan ekspansi lebih agresif lagi," kata salah satu pelaku pasar, Kamis (3/5/2012).

Dengan rencana tersebut pola transaksi diperkirakan dengan melakukan share swap. Dikabarkan harga transaksi dikisaran Rp 250 per lembar.

 
Rumor 03 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 03 Mei 2012 01:59

Pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui kelompok usaha CT Corporation membeli 10,9% saham PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA). Kabarnya, sahamnya akan dikerek ke Rp 750 per lembar.

Harga Rp 750 tersebut merupakan harga penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) Garuda yang dilakukan Februari 2011 lalu. Menurut salah satu pelaku pasar, harga transaksi dalam kerjasama pembelian saham tersebut kabarnya dipatok di Rp 620 per lembar.

"Nanti setelah dibeli CT, sahamnya mau dikerek sampai Rp 750, harga IPO," bisik si pelaku pasar tersebut, Jumat (27/4/2012).

Dengan demikian, para investor yang memegang saham maskapai plat merah itu sejak IPO hingga saat ini masih tekor bisa bersenang hati. Transaksi pembelian saham itu kabarnya sudah sampai tahap Memorandum of Understanding (MoU). Seluruh transaksi diharapkan rampung bulan depan.

 

 

 

 
Rumor 02 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Mei 2012 02:05

Berkembang kabar di pasar, bahwa akhir kuartal pertama 2012 ini, Harum Energy (HRUM) membukukan laba senilai lebih dari Rp 500 miliar.

Jika dibandingkan dengan laba kuartal pertama 2011, maka tahun ini HRUM mencetak peningkatan laba lebih dari 40%. Angka ini memang tidak fenomenal jika dibandingkan laba kuartal pertama 2011 dengan kuartal pertama 2010. Namun di tengah gejolak krisis negara-negara Eropa, HRUM dinilai memiliki kinerja yang sangat baik.

Selain itu, ketimbamg beberapa perusahaan pertambangan batu bara lainnya, HRUM cukup menggiurkan untuk dimasukkan dalam portfolio investasi saham. “Dengan P/E di bawah P/E industri ini membuat saham HRUM layak untuk dilirik,” menurut salah satu pengamat pasar modal.

Kabar lain yang beredar adalah salah satu pemain besar batu bara akan menambah kepemilikannya di HRUM melalui pembelian di pasar. Harganya ditargetkan akan naik menuju Rp 10.000 per saham.

 

 

 
Rumor 01 Mei 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Mei 2012 02:06

Saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) diperkirakan akan dapat menembus level Rp825 dalam waktu dekat.

Perseroan telah sukses melakukan restrukturisasi utang. Apalagi Goldman Sachs dikabarkan akan segera meliris hasil riset tentang perseroan. Lembaga investasi tersebut merespon positif aksi perseroan mengatasi beban utang.

 

Beredar kabar di kalangan para analis bahwa saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) sedang dalam proses akan diakuisisi oleh perusahaan telekomunikasi dunia.

Tersiar kabar bahwa Research In Motion (RIM) dan Samsung Mobile sedang memperebutkan tawaran untuk dapat mengakuisisi saham TELE.

Dengan mengakuisisi TELE, maka RIM dan Samsung berharap dapat memperluas pasar ponsel mereka di Indonesia. Dikabarkan harga saham yang ditawarkan oleh kedua perusahaan tersebut berkisar Rp. 600 per lembar saham.

Sejumlah broker dan fund manager besar juga telah berencana untuk mengoleksi saham TELE karena laporan keuangan yang naik di atas ekspektasi dan rencana akuisisi perusahaan telekomunikasi dunia terhadap saham TELE.

 
Rumor 30 April 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 30 April 2012 02:01

Beredar kabar bahwa dalam waktu dekat Pudjiadi Prestige Limited (PUDP) akan mengumumkan pembagian dividen tunai dan saham bonus. Hal ini pun akan mengerek harga emiten ke Rp1.500 per lembarnya.

Keberhasilan pembangunan dan topping off beberapa proyek perhotelan korporasi menyumbang peningkatan laba yang fenomenal, melonjak hampir 100% sepanjang 2011 lalu. Dengan demikian pihak PUDP berencana akan membagikan dividen tunai disertai dengan saham bonus bagi pemegang sahamnya.

Dividen tunai yang dibagikan belum ditentukan secara tepat oleh pihak perusahaan. Namun dari rumor yang berkembang dividen tunai yang dibagikan kira-kira 60% dari laba bersih perusahaan.

Seorang pelaku pasar menambahkan, pihak korporasi juga akan memberikan bonus berupa saham dengan perbandingan 5:1. Sehingga ia optimistis harga PUDP akan menuju level Rp1.500 dalam waktu dekat.

 


Saham PT BW Plantations Tbk (BWPT) telah dijual oleh tiga pemegang sahamnya ke sejumlah investor.

Tiga pemegang saham PT BW Plantation Tbk (BWPT), yaitu PT Mitra Energy Global, PT Wahana Platinum Indonesia, dan PT Fendelton Investment, menjual 232 juta (5,7%) saham BW Plantation kepada sejumlah investor. Saham emiten penghasil minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) itu ditawarkan pada kisaran harga Rp1.585-1.615 per saham, dengan jumlah saham sebanyak 290 juta unit (7,1%).

Mitra Energy, Wahana Platinum, dan Fendelton Investment meraup dana sebesar Rp367,7 miliar. Penjualan saham melalui mekanisme penawaran terbatas (private placement) itu ditangani oleh Morgan Stanley. Demikian mengutip investor.co.id.

 
Rumor 27 April 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 27 April 2012 01:56

Saham Jaya Pari Steel (JPRS) akan dikerek naik menuju level Rp800 karena minat asing terhadap emiten ini.

Salah satu pelaku pasar menyebutkan bahwa Vihara Limited akan menambah porsi kepemilikan saham JPRS sebesar 3% melalui pembelian langsung di pasar hingga target harga pada level Rp 800. Hal ini sekaligus membuatnya menjadi pemegang saham mayoritas.

Rencana Vihara Limited tersebut berawal dari kekecewaannya terhadap hasil kinerja JPRS tiga bulan terakhir, sehingga mencatatkan rugi pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 1.53 miliar. Hal ini menyebabkan pihak asing ingin membaharui dan mengubah sistem manajemen perusahaan.

Pihak investor asing dikabarkan akan membuat sedikit penyesuaian pada manajemen operasional perusahaan terutama dalam struktur pembiayaan. Sehingga diharapkan pada akhir kuartal kedua tahun ini, JPRS sudah dapat mengantongi laba kembali.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 7 dari 52