Rumor
Rumor 28 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Selasa, 28 September 2010 01:05
Kepemilikan saham publik di perusahaan bahan baku plastik, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) paska merger dengan PT Chandra Asri (CA) akan terdilusi menjadi lima persen dari sebelumnya 15,57 persen. Berdasarkan tim penilai independen, saham TPIA dibandrol di level Rp3.579 per saham.

“Porsi publik akan berkurang jadi sekira lima persen,” kata Direktur PT Tri Polyta Indonesia Suryandi kepada Seputar Indonesia (SI), di Jakarta, Senin (27/9/2010).

Menurut Suryandi, paska merger dengan CA, total kepemilikan saham TPIA akan terdilusi sebanyak 76,24 persen. Rinciannya adalah, kepemilikan PT Barito Putra Tbk (BRPT) terdilusi sekira 71,8 persen dari sebelumnya 77,93 persen, serta Prajogo Pangestu menjadi 1,88 persen dari sebelumnya 4,38 persen. Adapun porsi saham publik berkurang menjadi lima persen dari sebelumnya 15,56 persen. “Sementara porsi kepemilikan Glazers & Putnam Inv Ltd di CA juga terdilusi menjadi 22,87 persen dari sebelumnya 30 persen,” kata Suryandi.

Saat ini BRPT menguasai sekira atau sebanyak  567.403.650 saham (77,93 persen) di TPIA. Sisanya adalah Prajogo Pangestu 31.194.950 saham (4,38 persen), Ibrahim Risjad 13.681.750 saham (1,88 persen), Henry Halim 1.824.500 saham (0,25 persen) dan publik 113.357.250 saham (15,56 persen). Sementara kepemilikan CA dimiliki oleh BRPT sebanyak 70 persen dan sisanya Glazers & Putnam Inv Ltd 30 persen.

Dia mengatakan, dalam skema pertukaran saham (share swap) dengan CA, saham TPIA dihargai di level Rp3.579 per saham. Sehingga dengan rasio 1 saham CA ditukar dengan 42.000 saham TPIA, maka transaksi diperkirakan bernilai Rp8,366 triliun. “Itu berdasarkan penilaian tim independen dengan memperhitungkan kinerja dan aset kedua perusahaan,” katanya.

TPIA segera menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk membahas pada 27 Oktober 2010.  Langkah ini dilakukan untuk menyikapi aksi korporasi perseroan karena tergolong transaksi yang material. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha disebutkan transaksi dikatergorikan material jika melebihi 10 persen dari pendapatan atau 20 persen dari ekuitas. “RUPSLB untuk memenuhi persyaratan yang diatur Bapepam-LK,” katanya.

Corporate Secretary PT Chandra Asri Suhat Miyarso mengatakan, keputusan merger dilakukan setelah melalui proses uji kelayakan (due delligence) ketat yang berlangsung sejak Juli 2010. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan masukan guna menciptakan keuntungan bagi semua pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. “Proses merger  juga telah memperhatikan berbagai aspek seperti kepentingan karyawan, kreditur, pemegang saham dan stakeholder lainnya dari kedua perusahaan,” kata Suhat

Penggabungan usaha ini dapat membentuk perusahaan petrokimia terintegrasi dan terbesar tidak hanya di Indonesia, namun di Asia Tenggara dengan aset USD1,6 miliar (Rp14,4 triliun). Perseroan berharap, merger ini akan efektif pada 1 Januari 2011 dengan nama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
 
Rumor 24 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 September 2010 01:11

Publicly listed consumer electronic trading and retail distribution company PT Agis Tbk (“Agis” or the “Company”) has successfully signed a MOU today with a US$ 3.4 billion Swiss-based alternative investment firm Global Emerging Markets (“GEM”). In line with Agis’ plan to diversify into other prospective industries, GEM has agreed to financially back up Agis’ plans to invest in natural resources businesses in Indonesia.


Under this MOU, GEM has committed to provide Agis up to an aggregate amount of USD 150 million of capital which will be utilized to acquire majority stakes in prospective mining assets and operations in Indonesia. In the next few weeks, Agis shall endeavor to craft and execute the definitive agreements with the targeted company.


On a separate note and in accordance to an Investment Agreement (“ELC”) executed between GEM and the Company on 23 April 2010, the Company is also pleased to announce that it has successfully executed its first Draw Down pursuant to the ELC.

About GEM Group
Global Emerging Markets Limited, www.gemny.com, was founded in 1991. GEM is a $3.4b investment group having completed 285 transactions in 60 countries. The firm is an alternative investment group that manages a diverse set of investment vehicles across the world. GEM’s funds include: CITIC/GEM Fund; VC Bank/GEM Mena Fund; Kinderhook; GEM Global Yield Fund; GEM India and Banco Pine/GEM Funds.

 
Rumor 23 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 September 2010 01:11

Makin banyak saja perusahaan yang berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split. Kabar terbaru, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) juga berencana melakukan aksi korporasi membelah saham ini.

"Kami memang tengah mengkaji rencana stock split," kata Sekretaris Perusahaan PTBA Achmad Sudarto. Namun, PTBA baru mengkaji rencana ini ditingkat internal perusahan. Sehingga, rencana stock split belum pasti akan dilakukan tahun ini.

 

Jamsostek beli Bukopin dengan harga diskon 19%. Harga saham yang dibeli berada diantara Rp 450 per saham hingga Rp 600 per saham.

 
Rumor 22 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Rabu, 22 September 2010 02:00

Para bandar kabarnya akan mengerek harga saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) menuju level Rp400 dalam waktu dekat.

Hal ini dipicu oleh rumor di kalangan pelaku pasar modal yang menyebutkan perseroan berniat untuk tender pengeboran perusahaan migas multinasional. Selain itu, rencana perseroan menjual batubara ke PT PLN Persero dan pelepasan treasury saham untuk mendorong penguatan harga saham.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan saham kemarin (21/9) harga saham PKPK ditutup naik Rp3 ke Rp196.

 
Rumor 21 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 September 2010 01:22

Para bandar akan mengerek harga saham PT Ciputra Property Tbk (CTRP) ke level Rp500 dalam waktu dekat.

Hal ini terkait dengan rencana perseroan yang akan melakuan pembelian saham kembali atau buyback oleh induk perusahaan, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada harga buku.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin (20/9) harga saham CTRP ditutup turun Rp10 ke Rp330.

 

PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) diisukan bakal terkerek menuju level Rp200-250 dalam waktu dekat ini.

Kabar di kalangan pelaku pasar menyebutkan perseroan akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture di bidang properti perhotelan. Perseroan akan menjalin kerja sama dengan pemilik hotel terbesar di Asia. Kabarnya lagi, konsorsium asing maupun lokal tengah memburu saham BKDP.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin (20/9) harga saham BKDP ditutup naik Rp4 ke Rp109.

 
Rumor 20 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Senin, 20 September 2010 00:50

PT Gozco Plantation Tbk (GZCO) diisukan telah bernegosiasi dengan Prajogo Pangestu untuk membeli 8% saham perseroan yang dimiliki pengusaha nasional tersebut saat IPO beberapa waktu lalu.

Kabar di kalangan pelaku pasar menyebutkan kesepakatan tersebutitu akan berjalan sesuai dengan rencana perseroan membeli saham kembali atau buybakc dari harga pasar Rp450.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa saham akhir pekan lalu (17/9), harga saham GZCO ditutup naik Rp20 ke Rp375

 

Harga saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) akan dikerek bandar dalam waktu dekat ke level Rp250 per saham.

Hal ini seiring denganrumor di kalangan pelaku pasar soal rencana kerja saham BUMN dari Tiongkok dengan Pryridam pasca merger PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Selain itu, gosip bakal masuknya investor asing bakal memicu penguatan harga saham.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa saham akhir pekan (17/9), harga saham PYFA ditutup naik Rp3 ke Rp112.

 
Rumor 17 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Jumat, 17 September 2010 01:03

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dikabarkan bakal melepas 4,2% saham akhir pekan ini kepada investor strategis.

Kabar di kalangan pelaku pasar menyebutkan, perseroan menawarkan harga saham (placement ) di level Rp400-425. Broker asing dirumorkan menjadi fasilitator (book runner ) placement tersebut. Institusi asing dan lokal disebut-sebut bakal menyerap saham yang bakal dilepas perseroan.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa saham kemarin (16/9) harga saham CTRA ditutup naik Rp15 ke Rp365.

 

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dikabarkan akan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mendanai akuisisi 6 anak usaha Grup Domba Mas.

Kabar ini sudah terdengar di beberapa kalangan bandar yang siap mengkerek saham UNSP hingga ke level Rp350 per saham dalam waktu dekat. Bahkan, PNM dikabarkan menginginkan kepemilikan 10% di Grup Domba Mas.

 
Rumor 16 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Kamis, 16 September 2010 01:09

Harga saham PT Alasha Wira International Tbk (ADES) berpotensi untuk terdongkrak ke level Rp1.000 dalam waktu dekat.

Potensi kenaikan harga saham ADES ini terkait kabar adanya rencana Perseroan untuk melakukan private placement.

Pada perdagangan kemarin, harga saham ADES ditutup melemah 30 poin ke level Rp790.

 

Rencana akuisisi Glencore International AG terhadap saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berpotensi mengangkat saham DOID dalam waktu dekat.

Dikabarkan trader batubara terkenal ini juga menginginkan jabatan Preskom yang ditinggalkan Erry Firmansyah yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Glencore sudah memiliki 4,8% saham di DOID.

Pada perdagangan kemarin, saham DOID ditutup flat di harga Rp790.

 
Rumor 07 Sept 2010 PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 September 2010 01:11

Harga saham PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) kabarnya bakal mencapai level Rp400-500 dalam waktu dekat.

Hal ini terkait dengan rumor di kalangan pelaku pasar yang menyebutkan pemegang saham mayoritas perseroan, yaitu Maybank Offshore Corporate Services Sdn Berhad, berniat menguasai saham BNII. Kinerja keuangan perseroan yang menjanjikan bakal memberikan kontribusi bagi Maybank di kemudian hari.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan saham kemarin (6/9) harga saham BNII ditutup naik Rp10 ke Rp305.

 

Para bandar kabarnya bakal mengerek harga saham PT Ekadharma International Tbk (EKAD) dalam waktu dekat ke level Rp500.

Hal ini seiring dengan rumor di kalangan pelaku pasar modal yang menyebutkan RBC Dexia Investor Service Trust Hong Kong berniat mengakuisisi 20% saham perseroan dari pemilik mayoritas. RBC kabarnya bakal membeli saham EKAD lewat private placement pada dua kali harga buku.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin (6/9), harga saham EKAD ditutup naik Rp15 ke Rp230.

 
<< Mulai < Sebelumnya 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 44 dari 52