Berita Pilihan
Rumor 30 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 30 Juli 2012 01:41

Sejumlah investor dikabarkan melakukan aksi borong saham PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) untuk mengantisipasi berkembangnya rencana tender offer saham perseroan.

Menurut salah satu pelaku pasar, INCI hendak dijual ke perusahaan kimia asal Australia. Adapun harga yang ditawarkan oleh pihak INCI kepada investor tersebut adalah di harga Rp 500.

Kedua belah pihak dikabarkan telah sepakat atas rencana ini. Diperkirakan paling lambat akhir September, proses tender offer akan dilaksanakan.

INCI adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kimia dasar. Keberhasilan perusahaan menggenjot penjualan ekspor ke beberapa negara di Asia, khususnya China dan Singapura rupanya menarik minat investor luar untuk masuk.

 

Beredar kabar bahwa dalam waktu dekat Conic Ventures Ltd. akan menambah porsi kepemilikannya di PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) melalui pembelian langsung di pasar.

Dengan penambahan porsi kepemilikan, Conic Ventures Ltd. diprediksi akan memiliki sekitar 10% saham LPIN dan berencana akan mengekspansi bisnis perseroan.

Beberapa rencana ekspansinya adalah penambahan beberapa line produksi baru di fasilitas pabriknya dan peremajaan mesin-mesin lama pada lini produksinya. Selain itu, rumor juga menyebutkan adanya ketertarikan korporasi untuk mengembangkan area bisnis di bidang penyediaan bahan kimia industri.

Mengenai proyeksi peningkatan pendapatan tahun ini, pelaku pasar optimis menetapkan pada level sedikitnya 30%

 
Rumor 19 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 Juli 2012 01:57

Saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) dikabarkan akan dikerek hingga ke level Rp2.000 per saham.

Konsorsium broker lokal dikabarkan akan mendorong kenaikan saham ADES. Hal itu dikarenakan ada kabar perseroan akan menggelar private placement dengan investor asing. Dana private placement digunakan untuk ekspansi usaha dengan bekerjasama investor asing yaitu investor Jepang.

 

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menempatkan outlook positif untuk peringkat korporasi PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (4/4/2012). Hal ini dikarenakan adanya potensi peningkatan bisnis dan profil keuangan bank dan perusahaan yang disebabkan oleh pengambilan saham BDMN oleh grup DBS dari Singapura.

Akuisisi ini akan mendukung Bank Danamon dalam memperkuat posisinya di industri perbankan indonesia dan posisi PT Adira Dinamika Multi Finance dalam industri pembiayaan di Indonesia. "Hal ini juga diharapkan akan memperkuat sumber pendanaan bank dan perusahaan," ujar analis Pefindo Titan Sjofjan.

Selain itu, Pefindo masih mempertahankan peringkat idAA+ bagi BDMN dan untuk obligasi I bank seri B/2007 sebesar Rp1,25 triliun serta obligasi II/20120 sebesar Rp2,8 triliun. Peringkat ini mencerminkan posisi pasar yang sangat kuat, kapitalisasi kuat, profitabilitas yang baik, serta dukungan kuat dari pemegang saham mayoritas.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh biaya dana yang relatif tinggi dan persaingan yang semakin ketat dalam pembiayaan mikro dan mobil. Pefindo juga mempertahankan peringkat ADMF dan obligasi perusahaan yang beredar dengan jumlah total sebesar Rp4,9 triliun pada AA+.

Peringkat tersebut mencerminkan sinergi yang sangat kuat dan hubungan timbal balik antara ADMF dan BDMN, posisi perusahaan yang sangat kuat pasar di industri pembiayaan otomotif, difersifikasi portofolio bisnis yang baik serta kapitalisasi yang sehat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh ketatnya persaingan dalam industri.

 
Rumor 18 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 Juli 2012 01:34

PT Arthavest Tbk. (ARTA) dikabarkan akan mengalihkan kegiatan bisnis utamanya dari perusahaan penyedia jasa keuangan menjadi perusahaan penyedia jasa perhotelan.

Keseriusan pihak korporasi ditunjukkan dengan mulai menjual aset-asetnya di bidang sekuritas. Berita terhangat dari dalam perusahaan menyebutkan bahwa salah satu pemegang saham mayoritas ARTA akan menurunkan modal kerja sebesar lebih dari Rp 10 miliar. Dengan demikian pihak manajemen akan lebih cepat merealisasikan rencana perusahaan ini.

Menurut pihak manajemen, dalam waktu dekat ini perusahaan akan merenovasi Hotel Redtop yang baru-baru ini dibeli oleh perusahaan dan akan mengembangkan salah satu convention center yang telah dimilikinya.

Salah satu sumber mengatakan, pendapatan tahun ini ditargetkan meningkat sekitar 176% dibandingkan pendapatan tahun lalu. Pihak manajemen berani menargetkan kenaikan yang spektakuler ini, karena penghasilan dari bisnis perhotelan dinilai akan lebih stabil jika dibandingkan dengan penghasilan dari bisnis jasa keuangan.

Ke depannya harga saham ARTA diprediksi oleh para pengamat akan mencapai Rp 800 per lembar. Pada perdagangan kemarin ARTA ditutup menguat ke level Rp 530 per lembar atau mencatat kenaikan sebesar 55 poin (+11.58%)

 

Beredar kabar saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan dikerek menembus level Rp 2.500 dalam jangka pendek, seiring rencana IPO saham anak usaha dalam waktu dekat.

Menurut salah satu pelaku pasar, emiten berkode BMTR itu juga punya beberapa momentum yang bisa membantu penguatan harga sahamnya, yaitu proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan 2012 dan rencana pembelian kembali saham di pasar.

"Rencananya buyback saham sekitar 10%," bisik si pelaku pasar tersebut

 
Rumor 13 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 Juli 2012 01:38

Sejumlah investor besar ditenggarai tengah mengincar saham Bank Jatim yang listing perdana.

Kabar yang beredar di pasar mengatakan, Bank Jatim disebut – sebut akan dikerek ke harga Rp 800. Rupanya kinerja keuangan mengesankan dari Bank Jatim, terutama dalam bidang profitabilitas dan efisiensi memikat para investor.

Pendapatan dan laba perseroan secara stabil terus meningkat. Portofolio utang perseroan berisiko rendah, di bawah 1% untuk 8 tahun terakhir. Serta pendapatan bunga 2011 sebesar Rp2,8 triliun dengan laba bersih sebesar Rp900 miliar. Dengan harga perdana Rp 430, PER masih terbilang murah dibanding industri sejenis.

Sebesar 80% penggunaan dana IPO nantinya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan ekspansi kredit perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 23%. Hingga 16 Juni 2012, kredit Bank Jatim tumbuh menjadi Rp17,7 triliun dari 2011 yang sebesar Rp16,1 triliun. Sementara itu, sisa dana IPO masing-masing 10 persen untuk pengembangan jaringan dan peningkatan IT perseroan.

Bank Jatim akan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,98 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp250 per unit. Saham baru itu merupakan saham biasa atas nama Seri B dengan jumlah setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

 

Saham PT Bank Sinarmas (BSIM) diyakni akan segera dikerek naik ke level Rp400-500 per lembarnya.

Dikabarkan, konsorsium fund manager sedang memburu saham BSIM. Hal ini terkait suksesnya right issue perseroan.

Dana hasil right issue tersebut, rencananya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan. Harga saham BSIM pun diyakini akan terkerek menembus level Rp400-500 per lembar.

Pada perdagangan Jumat (6/7/2012), saham, BSIM ditutup melemah Rp40 (13,33%) ke level Rp260. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,799 miliar

 
Rumor 12 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 12 Juli 2012 01:36

Saham PT Bank Sinarmas (BSIM) diyakni akan segera dikerek naik ke level Rp400-500 per lembarnya.

Dikabarkan, konsorsium fund manager sedang memburu saham BSIM. Hal ini terkait suksesnya right issue perseroan.

Dana hasil right issue tersebut, rencananya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan. Harga saham BSIM pun diyakini akan terkerek menembus level Rp400-500 per lembar.

Pada perdagangan Jumat (6/7/2012), saham, BSIM ditutup melemah Rp40 (13,33%) ke level Rp260. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,799 miliar.

 

Beredar kabar di kalangan pasar modal bahwa PT Samudera Indonesia Tbk. akan mendapatkan kontrak kerja dengan salah satu perusahaan pertambangan dari China selama dua tahun ke depan melalui anak perusahaannya.

Disebut-sebut kalau nilai kontrak yang dibukukan oleh SMDR senilai kurang lebih US$ 7.5 juta. Dengan keberhasilan perusahaan menambah portfolio kontrak kerjasama maka untuk 2012 ini pendapatan bersih korporasi akan meningkat sekitar 40%.

Salah satu pengamat pasar modal menyebutkan bahwa target harga SMDR akan menyentuh level Rp 6000 per lembar dalam waktu dekat ini dengan pertimbangan level harga yang masih tergolong rendah dan PER yang masih kecil dibandingkan perusahaan pesaingnya dan PER rata-rata industri.

 
Rumor 09 Juli 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 09 Juli 2012 01:44

Saham PT Bank Sinarmas (BSIM) diyakni akan segera dikerek naik ke level Rp400-500 per lembarnya.

Dikabarkan, konsorsium fund manager sedang memburu saham BSIM. Hal ini terkait suksesnya right issue perseroan.

Dana hasil right issue tersebut, rencananya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan. Harga saham BSIM pun diyakini akan terkerek menembus level Rp400-500 per lembar.

Pada perdagangan Jumat (6/7/2012), saham, BSIM ditutup melemah Rp40 (13,33%) ke level Rp260. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,799 miliar.

 
Rumor 27 Juni 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 27 Juni 2012 01:45

PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) dikabarkan sedang melakukan negosiasi dengan salah satu perusahaan migas besar dari Belanda untuk menjual sebagian sahamnya.

Menurut salah satu pelaku pasar, pihak ARTI akan melepas sekitar 5% saham yang dimiliki holding company-nya kepada investor asing.

Kabar lebih lanjut mengatakan bahwa pihak investor asing tertarik untuk membeli sebagian saham ARTI melalui tender offer. Ketertarikan investor asing ini disebabkan kinerja ARTI beberapa bulan belakangan yang dinilai sangat baik. Selain peluang pengembangan usaha yang masih sangat luas dalam industri minyak dan gas bumi.

Faktor positif juga ditunjang oleh nilai buku dan PER yang masih rendah dibandingkan dengan PER rata-rata industri. Tak heran, bila pihak asing sangat berminat membeli ARTI, meskipun ditawarkan pada level harga premium Rp 500 per lembarnya.

Jika investor asing sudah masuk ke dalam portofolio salah satu pemegang saham mayoritas ARTI, para pengamat pun memprediksi bahwa dalam tahun ini ARTI akan mencetak kenaikan laba sedikitnya 100% dibandingkan dengan laba pada 2011 lalu.

 

Saham PT Global Mediacom (BMTR) akan dikerek menuju level Rp2.500.

Beredar kabar bahwa kinerja emiten pada 2012 akan meningkat. Hal ini didukung rencana IPO unit usaha TV berbayar BMTR yakni PT MNC Sky Vision, dengan kisaran harga Rp 1.450 hingga Rp 1.750 pada Juli mendatang.

Selain rencana buyback saham sekitar 10% dengan dana sebesar lebih dari Rp1,7 triliun dari kas internal. Faktor ini bisa jadi momentum penguatan saham BMTR.

 
Rumor 25 Juni 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 25 Juni 2012 01:51

Rencana PT Bumi Resources (BUMI) untuk melepas 20% kepemilikan saham PT Bumi Resources Mineral (BRMS) kepada investor asing nampaknya akan segera direalisasikan.

Kabar yang berkembang di pasar, saham BRMS akan dijual di harga premium Rp 800. Hasil penjualannya akan digunakan untuk mempercepat pembayaran utang kepada China Investment Corp (CIC) senilai US$600 juta pada Oktober 2012.

Sepanjang 2011, BRMSmencatat laba bersih mengesankan yaitu sebesar Rp 664 miliar dan penjualan bersih Rp 182 miliar. Perseroan juga sedang mengembangkan fase 6 di wilayah tambang Batu Hijau. Jika rampung akhir tahun ini, akan ada peningkatan produksi tembaga dan emas BRMS pada 2013.

BRMS berharap bisa segera memulai produksi bijih besi dari konsesi di Mauritania pada semester pertama tahun ini. Pemboran eksplorasi di konsesi tembaga dan emas yang dioperasikan oleh Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals juga direncanakan selesai akhir tahun ini.

Transaksi BRMS akhir pekan lalu juga marak pada perdagangan warannya. Hal ini seiring rencana perusahaan untuk mengincar dana US$ 170 juta dari eksekusi waran pada akhir 2012.

Perseroan menerbitkan 2,2 miliar waran seri I saat IPO saham pada 2010. Dana hasil eksekusi waran akan digunakan untuk membiayai investasi proyek yang digarap dua anak usaha, Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals. Dalam waktu dekat, kedua proyek tersebut akan masuk dalam tahap pengembangan dan diharapkan dapat berproduksi pada 2014-2015.

 

Saham PT Metrodata Electronics (MTDL) dikabarkan akan ditarik ke level Rp250 per lembarnya.

Beredar kabar bahwa salah satu perusahaan komputer terkenal asal Amerika Serikat (AS) sedang mengincar saham MTDL.

Selain adanya rencana perseroan membagikan dividen sebesar Rp 8,89 miliar atau setara 20,7% dari laba bersih 2011 yang mencapai Rp 43,4 miliar. Ini setara dengan Rp 4 per saham.

Perusahaan mengalokasikan 77% dari laba bersih 2011 untuk dicatat sebagai laba ditahan. Sementara Rp 1 miliar atau setara 2,3% digunakan sebagai cadangan.

Dengan rencana tersebut, dalam waktu dekat, saham MTDL akan dikerek naik ke level Rp250.

 
Rumor 21 Juni 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 21 Juni 2012 01:42

PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) dikabarkan mencetak kenaikan laba pertengahan 2012 ini, sedikitnya sebesar 100%.

Laba pertengahan tahun korporasi yang naik dua kali lipat, dibandingkan tahun lalu ini disebabkan oleh keberhasilan perusahaan dalam menggenjot hasil penjualan hasil batu bara dan minyak dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak awal kuartal kedua tahun ini, penjualan batu bara ARTI meningkat cukup tajam seiring naiknya permintaan batu bara, terutama untuk ekspor ke beberapa negara di Asia.

Menurut salah seorang pengamat, pasar sedang bersiap mengantisipasi hasil laporan keuangan semester awal 2012 ini yang mencetak kenaikan laba dua kali lipat. Apalagi dengan PBV 0,89 kali, saham ARTI dari sisi valuasi masih terbilang murah.

Hal ini menyebabkan saham ARTI akan menyentuh level Rp 500 dalam waktu dekat

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 5 dari 52