Rumor
Rumor 01 Maret 2011 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Maret 2011 01:26

Investor dapat mencermati saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) karena akan membagikan dividen sebesar Rp65 per saham pada Maret ini.

Perseroan juga akan melebarkan sayap dengan mencaplok bank kecil beraset Rp1 triliun. Aksi korporasi ini dengan menggandeng PT Jamsostek persero sehingga dapat terwujud dalam waktu dekat.

 

PT Jamsostek (Persero) dikabarkan bakal membeli sebagian saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Pembelian saham itu akan dilakukan melalui mekanisme non-preemptive rights issue sebesar 10%.

"Rencana ini menyusul tidak diperbolehkannya Jamsostek mencaplok Bank Bukopin (BBKP) oleh Kementerian BUMN," kata salah satu pelaku pasar, Senin (28/2/2011).

Menurutnya, Jamsostek menilai hal ini akan menguntungkan keduanya mengingat mayoritas peserta Jamsostek merupakan nasabah BTN. Ia menambahkan, harga saham BBTN berpeluang terdongkrak dengan adanya aksi korporasi tersebut.

Sejumlah bandar yang mendengar kabar ini tengah bersiap untuk menggiring saham BBTN hingga menuju Rp 1.650 dalam jangka menengah.

 

 

 
Rumor 28 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Senin, 28 Februari 2011 01:29

Saham PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) dikerek ke Rp 200 seiring dengan nainya harga kakao dan coklat dunia menyusul gejolak politik yang terjadi di negara penghasil coklat terbesar di dunia, Tunisia.

Selain itu, menurut salah satu pelaku pasar, bertepatan dengan hari valentine penjualan perseroan terutama coklat akan mengalami peningkatan yang signifikan.

"Saham ini secara fundamental terlalu murah jika kita bandingkan dengan saham sejenis sudah. Apalagi laba bersih di 2010 melonjak dari rugi di 2009," kata si pelaku pasar tersebut

 

Saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berpeluang terkerek hingga menuju level Rp500 dalam waktu dekat.

Peluang kenaikan harga saham NIKL ini terkait meningkatkan kinerja keuangan Perseroan di 2010. Selain itu, ada kabar perusahaan Jepang akan melakukan private placemnet juga ikut mendorong penguatan saham.

 
Rumor 25 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Jumat, 25 Februari 2011 01:05

Perusahaan minyak asal Australia, Woodside Petroleum dikabarkan berminat memiliki saham di PT Elnusa Tbk (ALSA).

Selain itu, penerbitan fixed rate notes (FRN) berjangka 5 tahun senilai US$50 juta untuk belanja modal (capex) diperkirakan juga ikut mendorong kenaikan saham ini.

Diperkirakan harga saham ELSA berpotensi menuju level Rp500 dalam waktu dekat.

 

PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) berniat delisting dengan harga tender offer antara Rp 1.800-2.000 per lembar saham. Rencana go private ini dilakukan setelah CIMB Group masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan rencana go private ini BNGA akan melakukan tender offer di kisaran harga Rp 1.800-2.000 per lembar saham," kata salah satu pelaku pasar, Kamis (24/2/2011).

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.20 waktu JATS, harga saham BNGA stagnan di level Rp 1.780 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 116 kali dengan volume 1.889 lot senilai Rp 1,68 miliar.

Seperti diketahui, CIMB Niaga akan melakukan voluntary delisting di BEI, sebelum induk usahanya, CIMB Group melakukan pencatatan ganda (dual listing).

 

 

Disclaimer: DWAC tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

 
Rumor 24 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 Februari 2011 01:30

Kabar Jamsostek yang berencana membeli saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) setelah tidak diijinkan Kementerian BUMN mencaplok PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berpeluang mendongkrak saham Perseroan.

Dikabarkan Jamsostek akan membeli saham BTN sebesar 10% melalui mekanisme non-preemptive rights issue. Jamsostek menilai hal ini akan menguntungkan keduanya mengingat mayoritas peserta Jamsostek merupakan nasabah BTN.

 
Rumor 23 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Rabu, 23 Februari 2011 01:30

PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dikabarkan akan melepas 3% sahamnya di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) ke pemilik Grup Para Chairul Tanjung.

Transaksi ini diisukan akan dilakukan Jemat mendatang di harga Rp1.850. Perseroan telah menunjuk UBS sebagai penasihat investasi. Setalah penjualan tersebut otomatis BHIT sudah tidak memiliki saham lagi di CMNP. Sebelumnya, BHIT dikabarkan juga telah melepas 12% sahamnya di CMNP ke Grup Para

 

Kabar PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang akan meluncurkan subdebt senilai Rp100 miliar berpeluang mengangkat saham ini menuju Rp700.

Kabar ini akan dimanfaatkan sejumlah broker untuk mengakumulasinya dalam waktu dekat. Apalagi Perseroan memberikan proyeksi kredit hingga mencapai 22% di 2011.

 
Rumor 22 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 Februari 2011 01:03

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dikabarkan tengah menyiapkan penerbitan saham baru dengan HMETD (rights issue) senilai US$200 juta.

Corporate Secretary DOID, Andre Soelistyo belum berkomentar soal kabar tersebut. "Belum. Nanti ya," ujarnya singkat seperti dikutip IB News.

Menurut salah seorang pelaku pasar, dana hasil rights issue akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) pinjaman yang baru saja diperoleh PT Bukit Makmur Mandiri (Buma) sebesar US$ 600 juta.

Buma memperoleh pinjaman tersebut dari konsorsium 10 bank yang ditandatangani pada 29 November 2010 dan akan digunakan untuk refinancing utang sejumlah sama.

Sumber mengatakan, Northstar Tambang Persada Pte Ltd sebagai pengendali DOID tidak puas dengan struktur pinjaman tersebut. Sebab penghematan beban bunga dari perolehan pinjaman baru dari 10 bank itu hanya sebesar US$ 26,97 juta. "Karena itu, DOID kini tengah mengkaji opsi rights issue untuk membayar sebagian utang anak usahanya itu," ujar sumber.

 

PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) dikabarkan tengah dilirik grup Ciputra lewat PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).

Terdengar kabar keduanya ingin bekerjasama guna menggarap lahan di Surabaya. Bahkan CTRS juga dikabarkan berencana untuk menggarap proyek besar dan prestisius di Jawa Timur.

 
Rumor 21 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Senin, 21 Februari 2011 02:59

Sebuah fund manager dikabarkan sangat gencar memburu saham PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Bahkan rencananya, Fidelity Fund akan mengakumulasi 5% saham Perseroan dalam waktu dekat. Aksi ini dilakukan Fund Manager mengingat harga saham yang sudah terlalu murah dan mengingat BJBR adalah bank yang sehat dan berprospek.

 

Kabar rencana masuknya PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) ke PT Freeport Indonesia menggiurkan sejumlah bandar untuk mengakumulasi saham tersebut hingga menuju Rp1.000 dalam jangka menengah.

Anak usaha Group Bakrie ini dikabarkan berencana masuk untuk menjadi pemegang saham di Freeport sebelum Perusahaan melakukan IPO.

 
Rumor 18 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Jumat, 18 Februari 2011 01:31

PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) berniat melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Elnusa Tbk (ELSA). Penjualan akan dilakukan dengan harga premium ke salah satu investor strategis.

"Penjualan akan dilakukan di harga premium, sekitar Rp 500 per lembar," kata salah satu pelaku pasar, Rabu (16/2/2011).

Sebelumnya, pada Senin (05/07/2010) silam, BIPI menuntaskan akuisisi 12,55% saham Elnusa (ELSA). Dengan akuisisi tersebut saat‌ ini Benakat menguasai 37,15% saham Elnusa atau memiliki 2.711.565.890 lembar saham Elnusa.

Kala itu, BIPI membeli saham ELSA di harga Rp 330 per saham atau senilai Rp 894,82 miliar. Dengan penjualan di harga premium nanti, Benakat akan mengantongi keuntungan margin yang signifikan.

 

Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berpeluang menembus level 1.500 dalam waktu dekat.

Kabar rencana hedge fund asal Hong Kong yang berencana melakukan buyback saham BBTN menjadi pendukung kenaikan saham ini. Ini dilakukan karena harga saham sudah relatif murah sehingga melakukan aksi ambil untung.

 
Rumor 17 Februari 2011 PDF Cetak E-mail
Kamis, 17 Februari 2011 00:59

PT Bank Himpunan saudara 1906 Tbk (SDRA) dikabarkan akan diakuisisi salah satu pemegang saham mayoritas yaitu Medco Energi.

Perseroan sudah menyampaikan rencana aksi korporasi ini kepada BEI. Saham SDRA akan melambung ke level Rp280-300 dalam waktu dekat

 

Salah satu perusahaan tambang, PT Riau Bara Harum, dikabarkan berniat lepas 25% saham ke publik melalui penawaran umum saham perdana alias initila public offering (IPO). Target dana dari aksi korporasi itu sebesar US$ 500 juta

"IPO akan dilakukan di semester II tahun ini," ujar salah satu pelaku pasar, Jumat (11/2/2010).

Kabarnya, perusahaan tambang itu sudah memilih dua sekuritas yang akan bertindak sebagai penjamin emisi untuk mengurus seluruh keperluan masuk lantai bursa tersebut.

 
<< Mulai < Sebelumnya 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 34 dari 51