Berita Pilihan
Rumor 18 September 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 18 September 2012 01:26

Sebanyak 5-6 perusahaan asuransi umum berencana memasukkan proposal ke PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) akhir bulan ini. Mereka memiliki beberapa opsi akuisisi maupun mendirikan usaha patungan

"Diharapkan akhir tahun ini kita sudah bisa bergabung dengan satu perusahaan asuransi umum," kata Akhiz Nasution, Head of Insurance Business Consumer Banking CiMB Niaga kepada INILAH.COM, Sabtu (15/9/2012).

Namun, menurutnya, 5-6 perusahaan asuransi umum ini baru akan mempersiapkan proposalnya kepada CIMB Niaga. "Mudah-mudahan akhir bulan ini mereka sudah menyampaikan planning mereka kepada kita, sehingga kita bisa mengetahui apakah mereka menginginkan kita untuk bergabung dengan cara penyertaan saham atau membentuk usaha patungan dengan mereka," ujarnya.

Jika perusahaan asuransi tersebut sudah memasukkan proposalnya akhir bulan ini, menurut Akhiz, akan dilakukan proses beauty contest selama satu bulan. "Yang jelas, yang kita butuhkan adalah perusahaan asuransi umum yang memiliki jaringan yang bisa mengimbangi jumlah cabang kita," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan asuransi itu juga harus memenuhi kriteria kesehatan perusahaan seperti yang ditetapkan Bapepam-LK terkait RBC (Risk Base Capital), dan lain-lain.

 
Rumor 14 September 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 September 2012 01:26

Kabar beredar bahwa PT Lippo Securities Tbk (LPLI) sebagai pemegang saham mayoritas LPLI siap menandatangani kontrak penjualan porsi kepemilikan sahamnya dengan salah satu perusahaan perkapalan terbesar di China.

Kabar ini beredar setelah pihak asing menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi sebagian besar saham LPLI di level premium Rp 600 per lembarnya. Dikatakan lebih lanjut bahwa pihak investor asing berencana membeli sekitar 15% saham yang dimiliki PT Lippo Securities Tbk.

Setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan, maka perusahaan perkapalan yang berbasis di Hongkong ini akan membeli saham LPLI dari pasar secara langsung, dengan perhitungan target harga di level Rp 600.

Ketertarikan pihak asing membeli saham LPLI dikatakan karena kinerja perusahaan yang dinilai sangat baik pada tahun ini dengan mencatatkan pendapatan yang positif dibandingkan dengan tahun lalu dimana LPLI menderita kerugian cukup besar.

Rencana pembelian ini diprediksi akan direalisasikan sebelum menutup 2012, sehingga dalam waktu dekat ini target harga saham LPLI mencapai Rp 600 per lembarnya.

 
Rumor 11 September 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 11 September 2012 01:21

Salah satu narasumber mengatakan bahwa PT Jaya Pari Steel Tbk. (JPRS) akan membeli salah satu perusahaan peleburan baja di daerah Mojokerto, Surabaya.

Kapasitas produksi perusahaan peleburan baja ini diperkirakan sebesar 10.000 ton setahun. Rencana perusahaan mengakuisisi perusahaan peleburan baja ini adalah untuk mendongkrak kapasitas bahan baku dalam memproduksi pelat baja.

Selain itu juga, jika rencana ini terlaksana maka JPRS dapat memangkas biaya sekitar 20% untuk penyediaan bahan baku dan transportasi bahan baku tersebut. Mengenai pembelian perusahaan peleburan baja ini, pihak internal perusahaan masih belum mengemukakan berapa nilainya.

Namun beberapa pengamat menaksir pembelian perusahaan peleburan itu berada pada kisaran angka Rp 50-100 miliar. Sedangkan dana untuk akuisisi diperkirakan akan diperoleh dari laba ditahan korporasi tahun lalu.

Dengan aksi korporasi ini, saham JPRS diperkirakan akan segera naik ke level Rp600 per lembarnya

 
Rumor 03 September 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 03 September 2012 01:25

Beredar kabar bahwa PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan migas dari China. Emiten ini pun akan terus menguat dengan target harga akan mencapai level Rp300 per lembarnya.

Dikabarkan kedua belah pihak telah sampai pada tahap akhir persetujuan, dimana ELSA akan mengantongi kontrak kerja senilai Rp 800 miliar, dalam bidang jasa eksplorasi dan eksploitasi ladang minyak.

Sebelumnya, pihak korporasi menentukan target pendapatan ELSA pada akhir tahun ini akan mencapai angka Rp 5,7 triliun dan target kenaikan laba sebesar Rp 80 miliar. Pihak manajemen perusahaan sangat optimis target ini akan dapat dilampaui sebelum menutup tahun ini.

Jika pada akhir 2011 lalu, ELSA sempat mengalami kerugian akibat tertundanya beberapa proyek yang perusahaan kerjakan, juga akibat masalah penggelapan dananya pada salah satu bank. Namun pada tahun ini ELSA mampu menunjukkan kinerjanya yang gemilang.

Berdasarkan data keuangan paruh pertama 2012, dimana ELSA sudah mencatatkan laba bersih Rp 48.33 miliar. Para pengamat pun optimistis harga saham ELSA akan terus menguat dan akan mencapai target Rp 300 per lembarnya, sebelum akhir kuartal ketiga tahun ini

 
Rumor 30 Agustus 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 30 Agustus 2012 01:26

PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) dikabarakan akan mendapatkan suntikan modal dari pemegang saham mayoritas.

Suntikan modal tersebut digunakan untuk ekspansi usaha perseroan. Bank asing dari Korea Selatan dan Jepang juga dikabarkan berminat terhadap PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Kabar tersebut membuat saham BEKS akan dikerek ke level Rp300 dalam jangka pendek.

 
Rumor 24 Agustus 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 Agustus 2012 01:28

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dikabarkan akan bermitra dengan sejumlah vendor asing untuk menyediakan perangkat telekomunikasi seperti modem, smartphone, dan featurephone.

Selain itu, saham FREN akan dikerek ke level Rp250 per saham dalam waktu dekat. Hal itu seiring kabar perseroan sedang dilirik oleh perusahaan telekomunikasi asal Eropa. Saham FREN dibuka menguat 1,10% ke level Rp92 per saham.

Hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan naik Rp674,41 miliar dari periode sama tahun lalu sebesar Rp648,88 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp670,25 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp445,17 miliar.

 
Rumor 13 Agustus 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 13 Agustus 2012 01:29

PT Jaya Pari Steel (JPRS) ditargetkan akan menuju level Rp600 per lembarnya. Hal ini akan terealisasi setelah rampungnya pembangunan lini produksi tambahan pada pabrik JPRS.

Meski laba JPRS pada pertengahan 2012 ini mengalami penurunan sebesar 87%, jika dibandingkan laba pada periode sama pada tahun lalu, namun salah satu pengamat pasar mengungkapkan bahwa penurunan laba ini sebagai dampak dari penurunan volume penjualan baja akibat pembangunan lini produksi tambahan pada pabrik JPRS.

Dengan pembangunan ini, kemampuan produksi JPRS sementara menurun dari awal 2012 lalu. Namun jika pembangunan ini rampung diselesaikan pada akhir kuartal ketiga tahun ini, maka kapasitas produksi JPRS akan meningkat sedikitnya 85% dari kapasitas sebelumnya yang mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun.

Penambahan lini produksi ini dilakukan korporasi mengingat akan proyeksi pertumbuhan permintaan produk baja dalam negeri yang akan naik sebesar 30%. Meskipun selama ini JPRS hanya melayani permintaan produk baja untuk pasar dalam negeri, namun tidak menutup kemungkinan JPRS akan mencoba untuk mengekspor produknya.

Menurut salah satu manajemen atas JPRS, mereka akan mencoba untuk menyesuaikan kualitas produk bajanya dengan permintaan pasar dari luar negeri sebelum mencoba mengekspor produknya.

Menurut salah satu pengamat, harga saham JPRS akan menyentuh level Rp 600 dengan pertimbangan PER yang masih jauh di bawah para pesaingnya dan rata-rata pasar.

 

 

 
Rumor 07 Agustus 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 Agustus 2012 00:50

Harga saham PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) dikabarkan akan dikerek ke level Rp1.500 per saham.

Harga saham KREN dikerek ke level Rp1.500 per saham seiring rencana stock split yang dilakukan perseroan. PT Kresna Graha Securindo Tbk akan melakukan stock split dengan rasio 1:4. Beberapa broker lokal pun merekomendasikan beli saham KREN.

 

Investor asing dikabarkan akan masuk ke PT Kobexindo Tractors tbk (KOBX) melalui private placement.

Perseroan juga akan mendapatkan kontrak penjualan alat berat dari berbagai perusahaan tambang besar. Hal itu mendorong saham KOBX akan naik ke level Rp700-Rp850.

 
Rumor 02 Agustus 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Agustus 2012 01:41

Beredar kabar bahwa PT Star Pacific Tbk. (LPLI) sedang menjajaki penawaran dari salah satu perusahaan media terbesar di kawasan Asia.

Dikabarkan pihak asing tertarik untuk membeli saham LPLI melalui tender offer dengan pihak PT Lippo Securities Tbk. dan melalui pembelian secara langsung di pasar.

Dengan target pembelian pada level Rp 500 dan total porsi kepemilikan yang akan didapat oleh investor asing ini akan mencapai sedikitnya 25% pada tahun ini dan akan berangsur-angsur ditambahkan sampai mencapai 50% pada akhir kuartal pertama 2013.

Rencana penjualan sebagian saham oleh PT Lippo Securities Tbk. dinilai positif oleh beberapa pengamat, sebab ditinjau dari porsi kepemilikannya, sejumlah besar saham LPLI dimiliki publik.

Hal ini membuat kendali utama korporasi menjadi kurang kuat dan kurang terarah dalam menentukan langkah ke depan. Dengan masuknya komponen asing ke dalam perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas, diharapkan perusahaan bisa lebih terarah dan lebih agresif dalam pengembangan.

Untuk rencana ke depan, pihak manajemen perusahaan akan lebih berkonsentrasi untuk mengembangkan lini usahanya di bidang portal multimedia dan multimedia interaktif.

 

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 4 dari 52