Rumor
Rumor 11 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Kamis, 11 Oktober 2012 01:23

StoraEnso dikabarkan telah menandatangani Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Gloriajaya Gempita dan PT Mahkotamutiara Mustika untuk membeli 45% saham PT Suparma, Tbk (SPMA).

Akuisisi yang dilakukan salah satu perusahaan kertas terbesar dunia yang berasal dari Finlandia ini adalah sebagai bagian dari strategi global StoraEnso untuk memperluas usaha kertas dan guna mengurangi ketergantungannya terhadap pasar eropa yang tengah dilanda krisis.

PT Gloriajaya Gempita dan PT Mahkotamutiara Mustika yang merupakan pemegang saham terbesar SPMA akan melepas SPMA di harga Rp600 per lembar. Pengambilalihan ini diharapkan selesai pada awal tahun 2013 setelah adanya persetujuan dari para pemegang saham StoraEnso, PT Gloriajaya Gempita, PT Mahkotamutiara Mustika dan SPMA.

Selanjutnya setelah transaksi ini dilakukan, StoraEnso akan mengadakan tender offer terhadap sisa saham SPMA yang dimiliki oleh publik dan pemegang saham lain. Adapun harga tender offer akan dilakukan pada harga Rp600 per lembar atau premium hampir dua kali lipat daripada harga penutupan SPMA kemarin di Rp355 per lembar. Pelaku pasar yang mengetahui hal ini membisikan bahwa StoraEnso akan dibantu oleh PT JP Morgan Securities Indonesia sebagai penasihat keuangan dan pelaksana tender offer.

Pada perdagangan Rabu (10/10/2012) kemarin, SPMA mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 18.3% atau naik 55 poin ke posisi Rp355. Total transaksi mencapai Rp52.4 miliar, dimana asing mencatatkan pembelian bersih (nett buy) sebanyak Rp2,8 miliar

 
Rumor 10 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Oktober 2012 01:23

PT Krakatau Steel (KRAS) kini dikabarkan telah berhasil menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan pabrik baja di Cilegon, Banten, dengan mitra baru, Severstal Russian Steel dari Rusia.

Kerjasama ini setelah KRAS berhasil membangun aliansi strategis pada 2011 lalu dengan mitra korea, POSCO, dalam PT Krakatau POSCO. Pembanguan pabrik baja KRAS-Severstal Russian Steel ini sendiri difasilitasi oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia guna menopang kebutuhan industri baja nasional.

Pabrik yang diperkirakan akan di bangun pada akhir 2012 atau awal 2013 ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 10 juta ton yang akan meningkatkan produksi baja perseroan sebanyak 300%. Pabrik ini sendiri akan memproses bijih besi (iron ore) menjadi pellet alias pelletizing.

Dalam mega proyek ini KRAS dikabarkan mendapatkan porsi mayoritas sebesar 55% dan Severstal Russian Steel 45%. Lokasi pabrik baru ini sendiri akan berdekatan dengan pabrik milik KRAS dan PT Krakatau POSCO, yakni di wilayah Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten.

Diperkirakan pabrik ini akan membutuhkan tanah seluas minimal 1.000 ha yang akan dibeli dari PT Krakatau Industrial Estate, anak perusahaan KRAS. Pembelian tanah ini setidaknya akan memberikan konstribusi laba bersih sebesar Rp1 triliun dalam laporan keuangan KRAS sebagai induk perusahaan.

Kabar yang baik ini kemarin direspon positif oleh pelaku pasar modal baik asing maupun lokal, dimana pada menit-menit mendekati penutupan pihak asing dan beberapa sekuritas BUMN kembali mengoleksi saham ini sehingga hanya terjadi nett sell yang kecil.

Menurut analis pasar modal, dengan meningkatnya kapasitas produksi dari pembangunan pabrik baru ini, harga saham KRAS tidak akan sulit untuk mencapai target Rp1.000 dalam waktu dekat.

 
Rumor 09 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 09 Oktober 2012 00:38

Kabar beredar di kalangan pelaku pasar modal bahwa PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) akan membagikan dividen interm sebesar Rp30 per lembar pada akhir 2012.

Ini merupakan buah dari suksesnya kuasi reorganisasi yang dilakukan tahun lalu dan pertumbuhan laba perseroan hingga kuartal tiga 2012 ini.

Meskipun pada laporan keuangan semester pertama 2012 terjadi penurunan laba bersih, namun masuknya pembayaran Piutang Usaha dari para konsumen perseroan yang sangat signifikan pada September lalu, mengangkat laba bersih perseroan hingga Rp500 miliar hanya dalam waktu dua bulan.

Selain dari pendapatan pembayaran ini, ADMG juga diuntungkan oleh turunnya harga komoditas yang berdampak pada lemahnya harga bahan baku dan ongkos produksi perseroan.

Hasil yang sangat cemerlang ini membuat managemen ADMG berencana untuk memberikan dividen intern kepada para pemegang sahamnya sebesar minimal Rp30/lembar atau sekitar 20% dari laba bersih.

 

 

 

 
Rumor 08 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 01:22

Pihak manajemen PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) memprediksi akan meraup laba sebesar Rp2 triliun pada kuartal tiga 2012.

BJBR dengan optimis mengatakan bahwa korporasi akan sanggup memenuhi target penyaluran kredit pada akhir 2012.

BJBR sudah dikenal dengan program-program kredit untuk UKM yang berada di daerah. Salah satu instrumen penyaluran kreditnya adalah KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang diyakini pihak korporasi akan memberikan margin yang cukup besar bagi perusahaan.

Lebih lanjut, salah seorang top management BJBR menyatakan bahwa korporasi juga akan melakukan ekspansi besar-besaran dalam penyaluran kredit lewat KPR. Strateginya adalah dengan mempertahankan tingkat suku bunga yang stabil sehingga menarik bagi calon nasabah.

Diprediksi BJBR akan membukukan laba yang naik signifikan pada laporan keuangan kuartal tiga 2012, yakni menjadi sebesar Rp 2 triliun. Hal ini ditunjang peningkatan penyaluran kredit, berkurangnya Non Performing Loan (NPL) perusahaan, dan meningkatnya pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Kalangan pasar modal memprediksi dalam waktu dekat ini harga saham BJBR akan mencapai Rp 1.500 per lembarnya.

 
Rumor 03 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Rabu, 03 Oktober 2012 00:31

PT Bank Bukopin Tbk akan menggandeng PT. Jamsostek (Persero) untuk menggenjot pertumbuhan laba pada semester dua 2012.

Bank menengah terkemuka yang fokus pada pengembangan UKM ini, pada semester pertama 2012 berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 20,3% menjadi Rp 402 miliar dibandingkan pencapaian pada periode yang sama 2011 sebesar Rp 334 miliar.

Sedangkan laba sebelum pajak Bukopin tumbuh 21% menjadi Rp 518 miliar dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya Rp 429 miliar. Peningkatan laba membuat tingkat imbal hasil meningkat. ROE naik jadi 19,04% dari 18,31%, sementara ROA naik jadi 1,84% dari 1,74%.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid sepanjang paruh pertama 2012 sebesar 44,3% atau mencapai Rp 46,03 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama 2011 sebesar Rp 31,9 triliun.

Untuk menggenjot pertumbuhan laba pada semester dua 2012, BBKP menggandeng PT. Jamsostek (Persero) dalam pengembangan UKM di Kabupaten Kampar. BBKP akan menjadi mitra pembangunan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mendukung program zero kemiskinan Kabupaten Kampar melalui pengembangan system koperasi berbasis Swamitra.

Saat ini program SWAmitra telah mengelola dana sebesar Rp.1,39 triliun yang tersebar di 603 titik layanan SWAmitra di Indonesia. Diharapkan dengan kerjasama ini pertumbuhan laba akan meningkat 30% dari tahun lalu. Diperkirakan BBKP berpotensi menuju Rp. 800 dalam waktu dekat.

 
Rumor 01 Oktober 2012 PDF Cetak E-mail
Senin, 01 Oktober 2012 01:13

Saham PT Polychem Indonesia (ADMG) dalam waktu dekat akan menuju level Rp600.

Perseroan yang saat ini sedang melakukan ekspansi dengan membangun pabrik Etoksilat di daerah serang banten, diharapkan dapat selesai dan berproduksi akhir 2012, sehingga dapat meningkatkan produksi dari 44.000 ton menjadi 84.000 ton yang dapat memberikan kontribusi pendapatan kepada perseroan.

Etoksilat merupakan bahan turunan minyak bumi yg digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi dan deterjen. Kebutuhan etoksilat didalam negri masih terus tumbuh sehingga dengan rampungnya pabrik kedua akan memberikan kontribusi yg baik kepada perseroan.

Dengan kondisi tersebut target harga saham tersebut dapat mencapai Rp 600. Hal tersebut tercermin dari pergerakan saham dalam beberapa hari terakhir dan adanya peningkatan volume dan harga yg cukup signifikan

 
Rumor 28 September 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 28 September 2012 01:26

Saham PT Prima Alloy Steel Universal (PRAS) akan segera naik ke level Rp300 per lembarnya.

Kabar beredar di kalangan pasar bahwa PT Enmaru International, sebagai pemegang saham mayoritas PRAS siap menandatangani kontrak penjualan porsi kepemilikan sahamnya dengan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Jepang.

Kabar ini beredar setelah pihak asing menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi sebagian besar saham PRAS di level premium Rp 300 per lembarnya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa pihak investor asing berencana membeli sekitar 20% saham yang dimiliki PT Enmaru International. Setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan, maka perusahaan otomotif ini akan membeli saham PRAS dari pasar secara langsung, dengan perhitungan target harga di level Rp 300.

Ketertarikan pihak asing membeli saham PRAS dikatakan karena kinerja perusahaan yang dinilai sangat baik pada tahun ini dengan mencatatkan pendapatan yang positif dibandingkan tahun lalu.

Rencana pembelian ini diprediksi akan direalisasikan sebelum menutup 2012, sehingga dalam waktu dekat ini target harga saham PRAS mencapai Rp 300 per lembarnya

 
Rumor 18 September 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 18 September 2012 01:26

Sebanyak 5-6 perusahaan asuransi umum berencana memasukkan proposal ke PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) akhir bulan ini. Mereka memiliki beberapa opsi akuisisi maupun mendirikan usaha patungan

"Diharapkan akhir tahun ini kita sudah bisa bergabung dengan satu perusahaan asuransi umum," kata Akhiz Nasution, Head of Insurance Business Consumer Banking CiMB Niaga kepada INILAH.COM, Sabtu (15/9/2012).

Namun, menurutnya, 5-6 perusahaan asuransi umum ini baru akan mempersiapkan proposalnya kepada CIMB Niaga. "Mudah-mudahan akhir bulan ini mereka sudah menyampaikan planning mereka kepada kita, sehingga kita bisa mengetahui apakah mereka menginginkan kita untuk bergabung dengan cara penyertaan saham atau membentuk usaha patungan dengan mereka," ujarnya.

Jika perusahaan asuransi tersebut sudah memasukkan proposalnya akhir bulan ini, menurut Akhiz, akan dilakukan proses beauty contest selama satu bulan. "Yang jelas, yang kita butuhkan adalah perusahaan asuransi umum yang memiliki jaringan yang bisa mengimbangi jumlah cabang kita," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan asuransi itu juga harus memenuhi kriteria kesehatan perusahaan seperti yang ditetapkan Bapepam-LK terkait RBC (Risk Base Capital), dan lain-lain.

 
Rumor 14 September 2012 PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 September 2012 01:26

Kabar beredar bahwa PT Lippo Securities Tbk (LPLI) sebagai pemegang saham mayoritas LPLI siap menandatangani kontrak penjualan porsi kepemilikan sahamnya dengan salah satu perusahaan perkapalan terbesar di China.

Kabar ini beredar setelah pihak asing menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi sebagian besar saham LPLI di level premium Rp 600 per lembarnya. Dikatakan lebih lanjut bahwa pihak investor asing berencana membeli sekitar 15% saham yang dimiliki PT Lippo Securities Tbk.

Setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan, maka perusahaan perkapalan yang berbasis di Hongkong ini akan membeli saham LPLI dari pasar secara langsung, dengan perhitungan target harga di level Rp 600.

Ketertarikan pihak asing membeli saham LPLI dikatakan karena kinerja perusahaan yang dinilai sangat baik pada tahun ini dengan mencatatkan pendapatan yang positif dibandingkan dengan tahun lalu dimana LPLI menderita kerugian cukup besar.

Rencana pembelian ini diprediksi akan direalisasikan sebelum menutup 2012, sehingga dalam waktu dekat ini target harga saham LPLI mencapai Rp 600 per lembarnya.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 52