Rumor 19 Juni 2012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 19 Juni 2012 00:53

Salah satu perusahaan baja yang berkedudukan di China dikabarkan sedang “mengumpulkan” saham PT. Saranacentral Bajatama (BAJA) melalui pembelian langsung di pasar.

Ketertarikan utama investor asing membeli BAJA disebabkan oleh kemampuan BAJA mencetak laba bersih yang bertambah tahun ini, seiring meningkatnya penjualan ekspor korporasi ke beberapa negara di Asia, khususnya China.

Menurut berita yang beredar, hingga pertengahan 2012 ini, laba bersih BAJA telah meningkat sedikitnya 100%, dibandingkan nilai laba bersih pada pertengahan 2011 lalu. Diperkirakan oleh salah satu pelaku pasar, target pembelian pihak asing untuk saham BAJA berada pada level Rp 500.

Ditambahkan pula, sebelum memutuskan untuk membeli secara langsung di pasar, pihak asing telah melakukan negosiasi dengan pihak korporasi untuk melakukan pembelian secara tender. Namun antara pihak korporasi dengan pihak investor asing belum menemukan kata sepakat, sedangkan pihak investor asing tidak ingin membuang waktu untuk masuk dalam portfolio kepemilikan BAJA.

 

PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT) tidak akan membagi dividen dari laba bersih tahun buku 2011 sebesar Rp2,3 miliar. Perseroan menggunakan Rp1,5 miliar untuk kegiatan operasional.

Demikian hasil RUPS Tahunan perseroan, Senin (18/6/2012). "Laba bersih dimanfaatkan untuk kegiatan perseroan," kata Prianto Paseru, Direktur Utama PT Nusantara Inti Corpora Tbk di Jakarta, Senin (18/6/2012).

Tahun 2011 lalu, perseroan yang bergerak di bidang jasa perantara perdagangan surat-surat berharga, meraih laba bersih sebesar Rp2,33 miliar dari laba bersih Rp1,59 miliar di tahun sebelumnya. Namun kinerja pendapatan turun jadi Rp103,22 miliar dari Rp113,35 miliar.

Dari laba tersebut, perseroan menggunakan dana sebesar Rp400 juta untuk dana cadangan. Sementara sisanya digunakan sebagai laba ditahan dan untuk operasional perseroan