Rumor 11 Maret 2012 Cetak
Jumat, 11 Mei 2012 01:45

Holding company dari PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dikabarkan akan segera mengucurkan dana untuk INCO, agar bisa segera memulai produksi di lahan tambangnya baru di daerah Bohodopi, Sulawesi Selatan.

Pihak asing yang berkedudukan di Kanada ini tidak segan-segan akan mengucurkan dana sebesar US$ 150 juta atau senilai lebih kurang Rp 1.38 triliun untuk tambang baru ini.

Diperkirakan dari lahan baru ini, INCO dapat memproduksi nikel sekitar 30 ribu metrik ton per tahunnya. Jumlah ini akan dapat menutupi kekurangan produksinya dalam memenuhi kebutuhan konsumer yang mencapai 72 ribu metrik ton pada 2012 ini.

Pihak manajemen perusahaan menjelaskan bahwa dana yang diberikan akan digunakan untuk segera memulai tambang baru. Selani memperbaiki salah satu tungku pembakarannya yang rusak. Dengan rencana ini, ke depannya diharapkan INCO dapat kembali bergerak agresif dan menjadi salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia.

Salah satu pelaku pasar memprediksi harga saham INCO akan bergerak positif hingga mencapai target di level Rp 4000.