Senin (20/03/17) PDF Cetak E-mail
Senin, 20 Maret 2017 02:23
Market Brief: Hasil G-20 Tekan Bursa Asia, Berpotensi Ganjal Laju IHSG


(Detik)
Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (20/3), bursa saham Asia dibuka di zona merah tertekan hasil pertemuan dua hari menteri keuangan G-20 di Jerman, yang gagal menyepakati untuk mempertahankan keterbukaan dan kebebasan perdagangan global.

Perdagangan saham hari ini, dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,27 persen, terbebani penurunan indeks di semua sektor. Pergerakan indeks berlanjut melemah, turun 0,31% (-17,85 poin) ke level 5.781,80 pada pukul 8:WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,35% (-68,55 poin) menjadi 19.521,59, setelah dibuka di posisi yang sama tertekan penguatan yen yang berdampak pada harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi dibuka anjlok 0,41% terbebani rilis laju indeks harga produsen yang terscepat dalam lima taahun terakhir, dan bergerak turun menjadi 0,55% ke posisi 2.152,71.

Berusaha melawan tekanan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik tipis 0,01% di posisi 24.312,57 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,19% menjadi 3.243,44.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tekanan penurunan  indeks saham dan penurunan harga minyak pada pembukaan bursa Asia, setelah berhasil menyentuh level tertinggi intraday dan ditutup di zona hijau pada akhir pekan lalu. Sejumlah analis memprakirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi mengalami kenaikan, dengan didukung capital inflow, namun berpeluang mengalami koreksi tanpa dukungan sentimen positif. Secara teknikal, sejumlah indikator menunjukkkan pergerakan indeks yaang sudah memasuki area overbought, cenderung bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih kuatnya sentimen dalam negeri pasca penetapan suku bunga yang sesuai prediksi, serta harga komoditas yang cukup stabil diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. Namun bervariasinya bursa saham Wall Street diperkirakan akan mempengaruhi laju indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.520 sedangkan resist pada level 5.560.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BNGA [BNGA 1,030 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.060, Support: Rp1.000), SIMP [SIMP 580 -10 (-1,7%)] (Spec Buy, TP: Rp605, Support: Rp575), GJTL [GJTL 1,200 10 (+0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp1.235, Support: Rp1.145), HRUM [HRUM 2,360 40 (+1,7%)] (Spec Buy, TP: Rp2.360, Support: Rp2.280).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup cenderung turun tipis, dengan hanya menyisakan indeks Nasdaq Composite di zona hijau, ditopang penguatan saham Adobe. Indeks sektor perbankan dan perawatan kesehatan melemah. Rilis data produksi industri AS pada Februari tidak berubah, setelah penurunan 0,1 persen pada Januari. Sementara data output manufaktur periode Februari naik 0,5 persen, peningkatan bulanan keenam berturut-turut. Indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan periode Maret naik menjadi 97,6 dari 96,3 pada Februari.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,10% (-19,93 poin) di posisi 20.914,62. 
S&P 500 turun 0,13% (-3,13 poin) menjadi 2.378,25. 
Nasdaq Composite naik tipis 0,01% (0,24 poin) ke level 5.901.


Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,47% menjadi US$25,62.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat, setelah sempat menembus rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Indeks European Stoxx 600, naik 0,16% dengan mencatatkan sebagian besar sektor di teritori positif, dipimpin kenaikan indeks sektor telekomuunikasi. Investor menunggu kabar positif dari pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Jerman, serta pertemuan pertama Kanselir Jerman dan Presiden AS di Washington. Rilis data perdagangan zona euro periode Januari mengalami defisit untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

FTSE 100 London naik 0,12% (9,01 poin) menjadi 7.424,96.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,10% (12,06 poin) di posisi 12.095,24.
CAC 40 Paris melaju 0,32% ( 15,86 poin) ke level 5.029,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu melanjutkan tren penurunan pasca keputusan kenaikan suku bunga The Fed, yang diiringi sinyal kenaikan suku bunga menjadi sekitar 1,4 persen dalam dua kali kenaikan hingga akhir.  Euro melemah, menyikapi hasil polling pemilian presiden Perancis yang condong mendukung Marine Le Pen yang nati Uni Eropa.  Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,10 persen menjadi 100,260, turun mendekati 1 persen selama sepekan terakhir, atau 1,2 persen sejak The Fed menaikkan suku bunga padda Rabu lalu.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.0738

-0.0028

-0.26%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2396

0.0036

+0.29%

Yen (USD-JPY)

112.7000

-0.6100

-0.54%

Yuan (USD-CNY)

6.9034

0.0054

+0.08%

Rupiah (USD-IDR)

13,345.0000

-1.5000

-0.01%

Sumber : Bloomberg.com,17/3 /2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat tipis, ditopang pelemahan indeks dolar. Namun secara keseluruhan harga minyak melorot hampir 10 persen dalam sepekan terakhir, tertekan kehawatiran akan persediaan minyak AS yang terus meningkat,  sehingga dapat mempengaruhi kesepakatan OPEC untuk membatasi produksi minyaknya. Lembaga riset minyak, Baker Hughes menyatakan potensi kenaikan produksi minyak di AS berlanjut, dengan penambahan operasi pengeboran minyak AS, sebanyak 14 rig selama sepekan.

Harga minyak WTI untuk pengiriman April, naik 3 sen menjadi USD48,78 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei, naik 3 sen menjadi USD51,77 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu, juga ditutup menguat, para investor melakukan penyesuaian posisi sebelum akhir pekan. Laju harga emas sedikit tertahan oleh rilis data industri manufaktur AS yang memperlihatkan perbaikan. Nvestor menunggu hasil pertemuan para menteri keuangan G-20 di Jerman, terkait sikap  mereka terhadap upaya proteksionistik dalam kebijakan ekonomi AS.

Harga emas untuk pengiriman April naik US$3,1 (0,25%) menjadi US$1.230,20 per ounce
Harga emas di pasar spot nak 0,26% menjadi US$1.229 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)