15 JULI 2016 PDF Cetak E-mail
Jumat, 15 Juli 2016 01:49

Jelang akhir pekan (15/7), bursa saham Asia dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan di bursa saham Eropa dan AS, di tengah rebound harga minyak dunia. Pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan indeks ASX 200 Australia di zona hijau, naik 0,41% didorong kenaikan harga saham emiten keuangan, energi, dan pertambangan dasar. Penguatan indeks sedikti mereda menjadi 0,35% (18,79 poin) ke level 5.430,40 padda pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang  melaju 0,60% (98,00 poin) ke posisi 16.483,89, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,8%. Penguatan  indeks ditopang oleh penguatan harga saham-saham emiten eksportir seiring dengan melemahhnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,54%, dan berlanjut naik 0,33% menjadi 2.015,42. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,13% ke posisi 21.589,08. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,09% menjadi 3.056,68.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks global, setelah kemarin gagal melanjutkan reli beberapa hari sebelumnya dan terbenam di zona merah dilanda profit taking. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan berbalik arah melanjutkan pola penguatan ditopang aksi beli asing memanfaatkan koreksi pasar. Namun tekanan jual berpotensi berlanjut jika indeks gagal mempertahankan level psikologis.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street seiring dengan naiknya harga minyak dunia diprediksi menjadi sentimen positif bagi indeks. Di sisi lain, pengumuman neraca perdagangan hari ini yang diperkirakan turun diprediksi menjadi katalis negatif. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas di rentang support 5.040 dan resistance 5.125.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INCO [INCO 2,310 -100 (-4,1%)] (Sell, Resist: Rp2.390, Support: Rp2.240), CTRP [CTRP 615 20 (+3,4%)] (Buy, TP: Rp635, Support: Rp595), KLBF [KLBF 1,570 -20 (-1,3%)] (Sell, Resist: Rp1.600, Support: Rp1.540), ITMG [ITMG 10,250 -400 (-3,8%)] (Sell, Resist: Rp10.650, Support: Rp9.850).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, mendorong sejumlah indeks saham utama untk mencatatkan rekor baru, terangkat oleh lonjakan aset dari JPMorgan Chase dan laba sejumlah emiten keuangan, di tengah harapan untuk stimulus lebih lanjut dari bank-bank sentral. Pasar mengabaikan keputusan bank sentral Inggris yang mempertahankan suku bunga di level 0,50%, kendati pasar mengekspektasikan penurunan menjadi 0,25%. Rebound harga minyak ikut mendongkrak indeks.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,73% (134,29 poin) menjadi 18.506,41.
S&P 500 menguat 0,53% (11,32 poin) ke level 2.163,75.
Nasdaq Composite naik 0,57% (28,33 poin) di posisi 5.034,06.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,47% menjadi US$25,19.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir bervariasi cenderung menguat, didorong laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi. Namun bursa saham Inggris melemah setelah Bank of England menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan dengan alassan mencegah pemburukan ekonomi akibat Brexit. Sebanyak 16 dari 19 kelompok industri menguat dipimpin oleh saham-saham perbankan dan otomotif.

FTSE 100 London turun 0,24% (-15,93 poin) menjadi 6.654,47.
DAX 30 Frankfurt naik 1,39% (137,59 poin) ke level 10.068,30.
CAC 40 Paris melaju 1,16% (50,26 poin) ke posisi 4.385,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah terhadap poundsterling, setelah Bank Sentral Inggris (BoE) secara mengejutkan mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga, dan menjaga kebijakan pelonggaran kuantitatif di angka 375 miliar. Rilis data tenaga kerja AS menyebutkan klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu bertahan di level 254.000, di bawah konsensus pasar 265.000. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS turun 0,15 persen menjadi 96,074.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1114

-0.0006

-0.05%

7:04 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3346

0.0003

+0.02%

7:04 PM

Yen (USD-JPY)

105.32

-0.03

-0.03%

7:08 PM

Yuan (USD-CNY)

6.6835

-0.0052

-0.08%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,073.00

-12.50

-0.10%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/7/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan berakhir dengan membukukan rebound. Pelemahan dolar dan dorongan untuk mengambil risiko menjadi pendorong kenaikan harga minyak. Para investor bergabung dalam suasana "bullish", didukung ekspektasi pasar untuk stimulus lebih besar di negara-negara ekonomi utama. Data resmi AS menunjukkan penurunan stok minyak mentah lebih kecil dari perkiraan, menambah kekhawatiran akan melambatnya penurunan pasokan global yang berlimpah.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Agustus, naik 93 sen menjadi US$45,68 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman September, naik US$1,11 menjadi  US$47,37 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan penguatan bursa Wall Street dan data ekonomi AS. Angka klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu bertahan di level 254.000, lebih baik dari ekspektasi. Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,5 persen selama Juni, melampaui perkiraan pasar, sinyal positif untuk perekonomian AS.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun US$11,40 (-0,85%) menjadi US$1.332,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1.333,31 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

 

Sumber: ipotnews.com