15 JUNI 2016 PDF Cetak E-mail
Rabu, 15 Juni 2016 03:15

Bursa saham Asia pagi ini (15/6) kembali dibuka melemah, melanjutkan aksi jual di bursa saham Eropa dan AS, tertekan sentimen negatif Brexit di tengah penantian hasil rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS hari ini, dan bank sentral Jepang, besok.

Analis memperkirakan, tekanan di bursa saham Asia akan meningkat, terpengaruh oleh keputusan penyedia indeks saham MSCI yang menunda memasukkan saham-saham China daratan dalam perhitungan indeks utama MSCI emerging market.

Indeks ASX 200 Australia dibuka melorot, turun 0,55 persen pada sesi awal perdagangan tertekan penurunan harga saham emiten energi dan komoditas berbasis sumber daya alam, seiring penurunan harga komoditas global. Pelemahan indeks berlanjut turun 0,57% (-29,46 poin) menjadi 5.173,80 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga melemah 0,21% (-33,70 poin) ke level 15.825,30, setelah dibuka merosot 0,54% pada awal perdagangan, terdampak pergerakan nilai tukar yen terhadap dolar AS yang terus menguat, menekan harga saham-saham eksportir.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,32 persen, dan berlanjut melemah 0,20% di posisi 1.968,02.Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,11% ke level 20.161,01. Indeks Shanghai Composite, China merosot 0,97% menjadi 2.814,69.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dihadapkan pada tekanan aksi jual di bursa saham global, setelah kemarin bergerak bervariasi dan berakhir di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, IHSG akan kembali melanjutkan skenario kenaikan jangka pendek, cenderung menguat ditopang aliran masuk investor asing. Namun aksi wait and see jelang rilis hasil rapat kebijakan The Fed dan Bank Indonesia, akan menyebabkan bervariasinya pergerakan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan indeks bursa saham Wall Street dan harga minyak akan menjadi sentimen negatif bagi indeks. Rilis data ekspor dan impor BPS yang diperkirakan surplus pada siang ini akan menjadi angin segar bagi indeks. IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.795 dan resistance 4.850.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASII [ASII 6,625 -75 (-1,1%)] (Spec Buy, TP: Rp6.850, Support: Rp6.550), CTRA [CTRA 1,340 -10 (-0,7%)] (Spec Buy, TP: Rp1.395, Support: Rp1.305), MLPL [MLPL 356 8 (+2,3%)] (SoS, TP: Rp368-388, Support: Rp328), UNVR [UNVR 43,300 -200 (-0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp44.175, Support: Rp42.825)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, memasuki hari keempat berturut-turut, terpanjang sejak Februari lalu. Pasar menunggu kelanjutan sikap Inggris di Uni Eropa dan pengumuman hasil rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hari ini. Harga saham emiten terkait minyak meloroot, tertekan kejatuhan harga minyak global, dan diikuti dengan turunnya harga saham emiten jasa keuangan. Rilis data penjualan ritel AS untuk periode Mei yang menunjukkan kenaikan lebih dari ekspektasi sebesar 0,5%, kenaikan harga impor 1,4%, dan ekspor 1,1%, tak mampu mendongkrak indeks saham acuan Wall Street.

Dow Jones Industrial Average turun 0,33% (-57,66 poin) menjadi 17,674.82.
S&P 500 melemah 0.18% (-3,74 poin) ke level 2.075,32.
Nasdaq Composite susut 0,10% (-4,89 poin) di posisi 4.843,55..

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,04% menjadi US$22,72.

Bursa saham Eropa tadi malam juga ditutup melemah, nyaris menyentuh level terendah dalam empat bulan, terpengaruh spekulasi bahwa Inggris akan memilih untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) dan para trader menanti hasil rapat bank sentral Jepang, Inggris, AS dan Bank Sentral Eropa. Kekhawatiran akan terjadinya Brexit juga berdampak pada kejatuhan harga minyak dan harga komoditas yang berlanjut pada kejatuhan harga saham berbasis sumber daya alam dan perbankan. Investor memindahkan dananya ke aset-aset safe haven, seiring meningkatnya ketidakpastian.

FTSE 100 London terperosok 2,01% (-121,44 poin) di posisi 5.923,53.
DAX 30 Frankfurt terpeleset 1,43% (-138,24 poin) ke level 9.519,20.
CAC 40 Paris terjungkal 2,29% (-96,69 poin) menjadi 8.126,70.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penguatan, ditopang oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang positif. Rilis data awal penjualan ritel dan makanan AS untuk periode Mei meningkat 0,5 persen dari bulan sebelumnya menjadi US$455,6 miliar, mengalahkan konsensus pasar sebesar 0,3 persen. Pasar sudah tidak memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Juni ini, namun tetap menunggu hasil rapat bank sentral AS dan Jepang, pekan ini. Kurs yen Jepang dan franc Swiss terhadap dolar AS menguat, seiring keluarnya investor dari bursa ekuitas global. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS, naik 0,56 persen menjadi 94,891.  

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1210

0.0003

+0.03%

7:15 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4112

-0.0002

-0.01%

7:15 PM

Yen (USD-JPY)

106.04

-0.07

-0.07%

7:16 PM

Yuan (USD-CNY)

6.5970

0.0114

+0.17%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,392.50

94.50

+0.71%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/6/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah, dan ditutup dengan membukukan penurunan memasuki hari keempat berturut-turut. Laporan bulanan Badan Energi Internasional (EIA) memperkirakan permintaan minyak mentah global tumbuh 1,3 juta barel per hari pada tahun ini dan tahun depan, didorong oleh harga yang relatif rendah. Meski begitu, IEA memperingatkan, akan adanya persediaan yang sangat besar yang terus membayangi pasar, sehingga akan memperlemah prospek peningkatan signifikan pada harga minyak. Analis mengatakan, isu Brexit, membuat investor menhan diri untuk membeli minyak, kendati IEA memproyeksikan kondisi pasar minyak yang lebih baik.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Juli turun 39 sen (-0,8%) menjadi US$48,49 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 52 sen (-1,1%) menjadi US$49,83 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, investor memburu emas sebagai safe haven di tengah spekulasi potensi Brexit, bersiap-siap jelang hasil rapat FOMC hari ini yang diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, kenaikan indeks dolar meredam kenaikan harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik US$1,20 (0,09%) menjadi US$1.288,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,14% menjadi US$1.285,46 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)