Menguji Kekuatan Bisnis Indo Tambang
Kamis, 30 Juni 2016 06:19

Untuk tetap menjaga profitabilitas, saat ini PT Indo Tambangraya MegahTbk (ITMG) tengah melakukan efisiensi biaya.

Analis Samuel Sekuritas Sharlita Malik menjabarkan rata-rata harga penjualan (ASP) batubara pada tahun ini cenderung menurun karena melemahnya permintaan ekspor batubara China.

Ia memperkirakan permintaan batubara China masih akan mengalami penurunan sekitar 20 juta ton ( turun 10% YoY) sampai 2016. Penurunan permintaan dari China memukul produsen batubara Indonesia, termasuk ITMG, sebab sebagian besar permintaan ekspor batubara ITMG berasal dari China.

"Kondisi tersebut berdampak pada rata-rata harga jual (ASP), membuat kami mengasumsikan ASP untuk ITMG terjadi penurunan hingga akhir 2016. Kami memperkirakan ASP perusahaan berada di level US$48 per ton (turun 17,5% YoY)," ujar Sharlita melalui risetnya edisi Juni 2016.

Sampai saat ini, ITMG telah melakukan kontrak harga dengan 57% adalah fixed price (yaitu berada di level US$47-48), 14% indexed price, dan 7% dalam kondisi unpriced. Sisanya atau sekitar 22% diperkirakan unsold.

Menurunnya ASP tersebut, ia memproyeksikan marjin EBIT akan turun dari 12% menjadi 7,6% pada 2016.

"Sampai saat ini, kami belum melihat kemajuan adanya upaya ekspansif pada ITMG. Tetapi perusahaan tengah melakukan akuisisi aset batubara untuk menambah reserve, serta mulai berekspansi di bisnis pembangkit listrik," katanya.

Ia memperkirakan ITMG akan kembali melakukan pemangkasan biaya hingga akhir 2016, salah satunya dengan menurunkan stripping ratio (rasio pengupasan), pada 2016.

Di sisi lain, ITMG diuntungkan dengan adanya penurunan bahan bakar menjadi US$0,33 per liter (turun 42% QoQ). Mengingat adanya penguatan dari harga minyak manajemen berharap kenaikan bahan bakar tidak lebih dari US$0,41/liter pada kuartal II 2016.

"Hingga akhir 2016 kami perkirakan harga rata-rata bahan bakar menjadi US$0,5 per liter. Selain itu, cash cost diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi US$43/ton atau turun 14% YoY pada 2016," paparnya.

Ia menargetkan jumlah produksi tahun ini hanya 26,9 juta ton, dengan volume penjulan 28 juta ton. Meskipun akan mengalami penurunan marjin keuntungan, ITMG akan tetap membukukan laba bersih positif hingga 2016.

"Sampai saat ini, ITMG merupakan perusahaan yang komit dengan pembagian dividen. Kami memberikan rekomendasi hold atas ITMG dengan target harga Rp8.800 per saham dengan PE 6,89x dan PBV 0,83x," paparnya

 

sumber:IMQ