ROTI
Minggu, 12 Juni 2016 23:22

Ditunjang oleh membaiknya daya beli masyarakat jika dibandingkan dengan
tahun lalu dan lebih digenjotnya jaringan distribusi ‘General Trade’, kinerja bisnis PT Nippon Indosari Corpindo akan terdongkrak.

Analis Samuel Sekuritas Marlene Tanumihardja percaya ROTI masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 20%, meskipun sampai sejauh ini belum ada indikasi dari pihak manajemen untuk menaikkan harga rata-rata penjualan (ASP).

Meningkatnya kontribusi General Trade (2016:27% vs 2015:24%), juga dapat menekan sales return (2016:12,5% vs 2015:13%).

Terlebih dengan didorong oleh harga komoditas gandum yang masih relatif rendah dan semakin mengetatnya persaingan bisnis tepung terigu di Indonesia, ia memprediksi gross profit margin tahun ini mampu bertahan pada level 53%.

"Kami juga yakin bahwa perusahaan masih mampu mendapatkan harga tepung terigu yang favourable seiring dengan masih rendahnya harga gandum dunia dan meningkatnya persaingan bisnis tepung terigu dalam negeri," papar Marlene dalam publikasinya dikutip IMQ.

Pada kuartal lalu, ROTI berhasil mencatatkan kinerja yang solid dalam tiga bulan pertama tahun ini dengan laba bersih meningkat sebesar 32,3%.

"Angka tersebut berada di atas ekspektasi kami dan konsensus (31% terhadap proyeksi total penjualan 2016)," urainya.

Ditunjang oleh berbagai katalis positif di atas, rencana ekspansi bisnis ke Filipina yang secara efektif mulai beroperasi tahun 2017 mendatang, kondisi neraca keuangan yang kuat (rasio likuiditas dan solvabilitas yang manageable), dan solidnya kinerja kuartal I lalu, kami menaikkan target harga menjadi Rp1.670 per lembar saham (TP sebelumnya: Rp1.500).

"Dengan potensi upside sebesar 16% dari harga saat ini, kami masih mempertahankan rekomendasi beli, sekaligus menjadikan ROTI sebagai salah satu top picks kami dalam sektor konsumsi," paparnya