Setelah data PMI China yang membaik serta keputusan The Fed untuk melanjutkan program buy back obligasinya menjadi faktor positif bagi IHSG, namun setelah itu purchasing managers' index Jerman yang berada di bawah angka 50 pada bulan Maret ini, menekan IHSG. Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas perusahaan atau pabrik tengah menurun. Memang masalah utang Siprus masih cukup kuat menjadi faktor negatif bagi stabilitas bursa global. IHSG turun 28,834 poin (0,60%) ke level 4.802,666. Kurs Rupiah terhadap US$ melemah pada posisi Rp 9.755 per US$ dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp 9.730 per US$. Transaksi investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp 418,5 miliar. IHSG hari ini bersifat buy on support.
Di Asia, mayoritas indeks saham ditutup naik. Kenaikan ini terkait Federal Reserve AS menegaskan komitemennya untuk melanjutkan pembelian aset US$85 miliar setiap bulan. Penopang bursa Asia lainnya adalah Indeks Pembelian Manager (PMI) China bulan Maret yang naik menjadi 51,7. Indeks di atas 50 menjadi tanda penguatan ekonomi. Indeks Komposit Shanghai naik 6,87 poin (0,30%) ke level 2.324,24. Indeks Hang Seng turun 30,56 poin (0,14%) ke level 22.225,88. Indeks Nikkei 225 melonjak 167,46 poin (1,34%) ke level 12.635,69. Indeks Straits Times menguat 18,46 poin (0,57%) ke level 3.266,86. Kospi turun 8,59 poin (0,44%) ke level 1.950,82
|
|
Read more text |